0 menit baca 0 %

Ketika Rumahmu Dilanda Banjir: Pray for Sibolga Tapteng

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Musibah banjir yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak akhir November 2025 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan akses kebutuhan dasar. Sebagai putra daerah Tapteng, khususnya Kecamatan Barus, P...

Kuansing (Kemenag) Musibah banjir yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak akhir November 2025 menyisakan duka mendalam bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan akses kebutuhan dasar. Sebagai putra daerah Tapteng, khususnya Kecamatan Barus, Pakrin Manalu, S.Pd, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, turut merasakan penderitaan masyarakat ketika rumahmu dilanda banjir. Ia menyampaikan bahwa kabar kerusakan dan kesulitan hidup yang terus berdatangan dari kampung halaman menjadi pukulan emosional bagi siapapun yang memiliki keluarga dan akar kuat di daerah tersebut.

Berdasarkan laporan para petugas dan relawan di lapangan, banjir yang terjadi tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga memutus akses jalan, menimbulkan krisis air bersih, serta mengancam ketersediaan pangan dan energi. Tidak sedikit warga yang terpaksa melakukan penjarahan di sejumlah gerai seperti Indomaret, Alfamaret, dan Alfamidi demi bertahan hidup pasca banjir sebuah tanda betapa parahnya krisis yang sedang mereka alami.

Keadaan terkini pada Minggu, 30 November 2025, diperjelas melalui kesaksian Pastor Yosef Sinaga, OFMCap, ketika dihubungi melalui pesan pada malam hari. Beliau menyampaikan:

Sibolga Tapanuli Tengah dilanda hujan lebat, banjir bandang dan longsor. Saya sehat. Saudara-saudara, teman pastor dan frater sehat. Tapi novisiat, tempat pendidikan frater, terisolasi oleh jalan longsor dan kayu tumbang. Saya baru kembali salurkan bantuan ala kadarnya. Bencana banjir yang terjadi tgl 25 26 mengakibatkan kerusakan dan derita yang sangat parah. Listrik dan air belum jalan. Akses jalan ke Sibolga putus. Korban meninggal cukup banyak. Masih ada korban meninggal yang belum ditemukan. Penjarahan Indomaret, Alfamaret, Alfamidi sudah terjadi. Terima kasih. ujarnya.

Sebagai Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kuansing, Pakrin Manalu dalam refleksi pastoralnya mengajak umat untuk membuka hati terhadap saudara-saudari yang sedang menderita.

Ketika rumahmu dilanda banjir, bukan hanya tanah dan dinding rumah yang terendam. Hati dan jiwa pun ikut terguncang. Karena itu, marilah kita bersatu dalam doa dan kepedulian bagi keluarga kita di Sibolga dan Tapteng, ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa penderitaan masyarakat di Sibolga Tapteng adalah panggilan bagi semua pihak, terutama umat beriman, untuk menghadirkan kasih melalui doa, dukungan moral, dan bantuan nyata. Solidaritas lintas wilayah dan agama menjadi harapan besar untuk menguatkan para korban agar mampu bangkit dari musibah yang berat ini. (PM)