0 menit baca 0 %

Ketua BWI Riau Tekankan Pentingnya Peran Penyuluh dalam Sosialisasi Wakaf

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Riau, Abdul Rasyid Suharto, menyampaikan materi tentang wakaf pada kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau, yang digelar di Hotel Winstar Pekanbaru, Selasa (16/9/2025).Kegiatan yan...

Mandau (Kemenag) – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Riau, Abdul Rasyid Suharto, menyampaikan materi tentang wakaf pada kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau, yang digelar di Hotel Winstar Pekanbaru, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 38 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Riau ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran penyuluh agama dalam pembangunan keagamaan dan pemberdayaan umat, khususnya di bidang wakaf.

Dalam paparannya, Abdul Rasyid menegaskan bahwa sosialisasi wakaf merupakan tugas bersama, bukan hanya BWI atau Kementerian Agama. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran sangat penting karena berada langsung di tengah masyarakat. “Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama. Suara penyuluh lebih mudah didengar umat, sehingga sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang wakaf,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menawarkan kerja sama lintas sektoral dalam pengamanan serta pengoptimalisasian harta benda wakaf. Hal ini dinilai penting agar wakaf tidak hanya sebatas ibadah sosial, tetapi juga bisa menjadi instrumen yang nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suasana diskusi semakin hidup ketika salah seorang peserta, Nurleili Lubis, mengajukan pertanyaan terkait wakaf uang. Pertanyaan ini membuka ruang dialog menarik seputar mekanisme, regulasi, dan manfaat wakaf uang yang belakangan menjadi perhatian besar pemerintah dan lembaga keagamaan.

Abdul Rasyid menanggapi dengan penuh semangat. Ia menjelaskan bahwa wakaf uang adalah peluang besar bagi masyarakat untuk berwakaf dengan cara yang lebih fleksibel dan praktis. “Dengan wakaf uang, siapa saja bisa berkontribusi, meski dengan nominal kecil. Jika dikelola secara profesional, hasilnya bisa luar biasa untuk umat,” jelasnya.

Materi yang disampaikan Abdul Rasyid tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menggugah semangat para peserta Rakerwil untuk lebih serius mengarusutamakan gerakan wakaf dalam setiap kegiatan penyuluhan.