0 menit baca 0 %

Ketua IPARI Bengkalis Berikan Arahan Kepada Penyuluh Agama Islam KUA Mandau

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bengkalis, Nurleili Lubis, memberikan arahan dan bimbingan kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Mandau terkait progres binaan di majelis taklim. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (20/8/2025) di Kantor KUA Mandau.Dalam...

Mandau (Kemenag) โ€“ Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bengkalis, Nurleili Lubis, memberikan arahan dan bimbingan kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Mandau terkait progres binaan di majelis taklim. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (20/8/2025) di Kantor KUA Mandau.

Dalam arahannya, Nurleili menekankan pentingnya penyuluh agama memiliki program yang terukur dan berkelanjutan, sehingga majelis taklim binaan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas majelis taklim sangat dipengaruhi oleh keseriusan dan kreativitas penyuluh dalam membina jamaah.

โ€œSetiap progres binaan harus selalu dipantau. Jangan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi harus ada peningkatan kualitas, baik dari sisi materi, metode, maupun pengelolaan organisasi majelis taklim,โ€ tegas Nurleili Lubis.

Ia juga memberikan tips praktis kepada para penyuluh agar mampu menghadirkan pembinaan yang menarik, menyentuh hati jamaah, sekaligus relevan dengan kebutuhan umat. Mulai dari penguatan materi keagamaan, pengelolaan administrasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan pembinaan.

Para penyuluh agama KUA Mandau menyambut baik arahan ini. Diskusi yang berlangsung penuh semangat menunjukkan adanya tekad bersama untuk terus meningkatkan mutu bimbingan. Mereka menyadari bahwa keberhasilan majelis taklim bukan hanya ditentukan oleh jamaah, tetapi juga oleh kemampuan penyuluh dalam membimbing dan mengarahkan.

Dengan adanya bimbingan langsung dari Ketua IPARI Bengkalis, diharapkan para penyuluh agama KUA Mandau semakin termotivasi untuk menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berdaya guna. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam menjadikan majelis taklim sebagai pusat penguatan iman, ilmu, dan ukhuwah di tengah masyarakat.