Mandau (Kemenag) — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau, Masrizal, memberikan bimbingan dan arahan strategis dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IPARI Kabupaten Bengkalis yang digelar di Aula KUA Kecamatan Bukit Batu, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 42 orang penyuluh agama Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Suasana rakerda berlangsung khidmat, penuh semangat, dan diwarnai antusias tinggi para peserta dalam menyimak setiap arahan yang disampaikan oleh Ketua IPARI Riau.
Dalam arahannya, Masrizal menegaskan bahwa keberadaan IPARI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah strategis yang menentukan arah kemajuan penyuluh agama Islam. Ia menekankan pentingnya peran penyuluh dalam menguatkan nilai-nilai keagamaan, memperkokoh moderasi beragama, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“IPARI adalah rumah besar kita semua. Dari sinilah lahir gagasan, semangat, dan etos kerja yang akan menentukan sejauh mana penyuluh agama mampu memberi warna positif bagi umat,” ujar Masrizal dalam penyampaiannya.
Selain membahas penguatan kelembagaan dan sinergi antarpenyuluh, Masrizal juga menyoroti pentingnya kode etik penyuluh agama. Menurutnya, seorang penyuluh harus senantiasa menjaga integritas, keteladanan, dan profesionalisme baik dalam tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta tanggapan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi penyuluh agama di lapangan.
Diskusi berjalan alot namun produktif, mencerminkan komitmen dan kesungguhan para penyuluh untuk terus berbenah dan berinovasi dalam menjalankan tugas dakwah dan pembinaan umat.
Dengan berakhirnya sesi diskusi, kegiatan Rakerda IPARI Bengkalis ini diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas, profesionalisme, serta peran nyata penyuluh agama Islam dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.