Mandau (Kemenag) – Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Winstar, Selasa (16/9/2025). Kegiatan ini dipandu oleh Nurdin, selaku Sekretaris IPARI Riau, dan dihadiri perwakilan pengurus dari kabupaten/kota se-Riau.
Dalam arahannya, Ketua IPARI Riau, Masrizal, menyampaikan bahwa IPARI merupakan organisasi profesi yang sangat solid dan menjadi wadah penting bagi penyuluh agama dalam menguatkan peran, kapasitas, dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Masrizal juga mengulas sekilas perjalanan panjang IPARI di Riau, termasuk perjuangan organisasi dalam memperjuangkan status penyuluh honorer hingga akhirnya banyak diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kekuatan organisasi mampu menghasilkan perubahan besar.
“Organisasi ini bukan hanya nama, tetapi semangat perjuangan. Mari kita maknai arti organisasi dengan lebih dalam, karena dengan persatuan, apa yang terasa sulit bisa kita wujudkan bersama,” ungkapnya penuh semangat.
Lebih jauh, Masrizal mendorong agar peserta Rakerwil merancang program kerja yang sederhana namun mudah direalisasikan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak selalu diukur dari banyaknya program, tetapi dari seberapa nyata program tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Setelah arahan disampaikan, kegiatan berlanjut dengan pembagian komisi yang terbagi ke dalam 7 komisi kerja. Masing-masing komisi diberi mandat untuk menyusun usulan program strategis yang akan menjadi acuan gerak IPARI Riau ke depan.
Rakerwil IPARI Riau tahun 2025 ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat tekad, semangat, dan kebersamaan para penyuluh agama dalam menjalankan amanah dakwah dan pemberdayaan umat.