0 menit baca 0 %

Ketua Pelaksana Bimbingan Perkawinan KUA Mandau Ahmad Sehat Gelar Diskusi Bersama Dr. Sherly dan Bidan Ayu

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Kamis, 2 Oktober 2025, Ketua Pelaksana Bimbingan Perkawinan KUA Kecamatan Mandau, Ahmad Sehat, mengadakan diskusi bersama tenaga medis yakni Dr. Sherly dan Bidan Ayu dari Puskesmas Kota Duri. Diskusi ini berlangsung setelah rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan Angkatan XVI Tahu...

Mandau (Kemenag)  – Kamis, 2 Oktober 2025, Ketua Pelaksana Bimbingan Perkawinan KUA Kecamatan Mandau, Ahmad Sehat, mengadakan diskusi bersama tenaga medis yakni Dr. Sherly dan Bidan Ayu dari Puskesmas Kota Duri. Diskusi ini berlangsung setelah rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan Angkatan XVI Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula KUA Mandau.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sehat secara khusus menanyakan berbagai hal terkait kesehatan reproduksi calon pengantin. Menurutnya, aspek kesehatan memiliki posisi yang sangat penting dalam mempersiapkan pasangan yang akan membina rumah tangga. Hal ini sejalan dengan tujuan utama bimbingan perkawinan, yaitu mempersiapkan calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

“Bimbingan perkawinan tidak hanya menyentuh aspek keagamaan dan psikologis, tetapi juga harus memberikan perhatian serius terhadap kesehatan, terutama kesehatan reproduksi. Karena itu, kami perlu mendengarkan masukan langsung dari tenaga medis,” ujar Ahmad Sehat dalam diskusi tersebut.

Selain membahas kesehatan, diskusi ini juga bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan perkawinan yang telah berjalan sebanyak 16 angkatan sejak bulan Juni 2025. Evaluasi dilakukan agar pelaksanaan bimbingan semakin baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh calon pengantin di wilayah Kecamatan Mandau.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, Dr. Sherly dan Bidan Ayu banyak bercerita mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, imunisasi Tetanus Toxoid (TT), pola hidup sehat, serta kesiapan fisik dan mental calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Mereka menekankan bahwa pasangan yang sehat secara jasmani dan rohani akan lebih siap dalam menghadapi dinamika rumah tangga dan melahirkan generasi yang sehat pula.

Kegiatan diskusi ini menjadi salah satu langkah nyata KUA Mandau dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan bimbingan perkawinan. Dengan adanya sinergi antara pihak KUA dan tenaga medis, diharapkan calon pengantin tidak hanya memperoleh bekal spiritual dan sosial, tetapi juga pengetahuan kesehatan yang memadai sebagai persiapan menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

catatan imus

nuansa berita sama seperti beirta dr sherly