0 menit baca 0 %

Ketua TP PKK Batin Solapan dan PAI KUA Mandau Ajak Warga RW 07 Hidup Rukun Bertetangga

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Batin Solapan, Sari Kartika, menggandeng Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Mandau dalam acara pengajian warga RW 07 pada Ahad (10/8/2025). Kegiatan yang mengusung tema Menjaga Etika Bertetangga dan Bermasyarakat ini dihadiri 40 orang jamaah, terdiri da...

Mandau (Kemenag) – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Batin Solapan, Sari Kartika, menggandeng Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Mandau dalam acara pengajian warga RW 07 pada Ahad (10/8/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Etika Bertetangga dan Bermasyarakat” ini dihadiri 40 orang jamaah, terdiri dari tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, dan warga setempat.

Pengajian yang digelar di lingkungan RW 07 tersebut berlangsung dalam suasana akrab namun penuh makna. Sejak pagi, para jamaah sudah mulai berdatangan, sebagian membawa sajian sederhana untuk dinikmati bersama usai acara. Kehadiran Ketua TP PKK Batin Solapan bersama PAI KUA Mandau menjadi perhatian tersendiri, menandakan sinergi antara pemerintah kecamatan dan lembaga keagamaan dalam membangun kesadaran sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Sari Kartika menekankan bahwa menjaga etika bertetangga adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. “Etika bertetangga bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bagaimana kita saling menghargai, saling membantu, dan menghindari perbuatan yang menyinggung perasaan orang lain,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang hadir, meskipun kegiatan dilaksanakan di akhir pekan.

Materi inti disampaikan oleh Nurleili Lubis  Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, yang membahas pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam hubungan sosial. Disampaikan pula bahwa Islam sangat menekankan hak dan kewajiban antar tetangga, mulai dari memberikan salam, mengunjungi ketika sakit, hingga saling menutupi aib. “Masyarakat yang kuat dimulai dari hubungan tetangga yang harmonis. Jika antar tetangga saling menghormati dan menjaga, maka lingkungan akan menjadi tempat yang damai dan nyaman,” jelasnya.

Suasana pengajian semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa warga menyampaikan pengalaman dan tantangan dalam menjaga hubungan baik di tengah keberagaman karakter dan latar belakang. Jawaban yang diberikan narasumber disertai contoh-contoh nyata, sehingga mudah dipahami dan diresapi oleh peserta.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar lingkungan RW 07 selalu diliputi kerukunan dan saling pengertian. Setelah doa, para jamaah menikmati hidangan sederhana sambil bercengkerama, mempererat silaturahmi sebagaimana pesan utama pengajian.

Sari Kartika berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya di RW 07, tetapi juga di wilayah lain di Kecamatan Batin Solapan. “Kami ingin warga tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.