Bengkalis
(Kemenag) - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan
Sungai Apit,
Kabupaten Siak, Sabtu malam
(20/9/2025) berlangsung semarak dan penuh makna. Kegiatan tersebut digelar di
halaman Masjid Al-Furqon RW 5 dan
dihadiri lebih kurang 400 jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.
Hadir pada acara
tersebut, Kepala KUA Kelurahan Sungai Apit
Syafruddin, Ketua Masjid Al-Furqon Sulaiman beserta pengurus, Kepala UPTD
Pendapatan Daerah, PAC Muslimat NU, Pengurus Anak Ranting NU, Ketua RW, Kelompok rebana
ibu-ibu, panitia, serta jamaah Masjid Al-Furqon. Kehadiran tokoh dan masyarakat
ini memperlihatkan kuatnya antusiasme dalam menyemarakkan momen kelahiran Nabi
Muhammad SAW.
Sebagai penceramah
utama peringatan maulid
tersebut Ustadz Ramlan
selaku Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama KUA Kecamatan Bengkalis. Beliau menyampaikan
bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum
penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat cinta kepada beliau,
dan mengingat kembali sejarah perjuangan Nabi. “Dengan meneladani akhlak dan
meningkatkan cinta kepada Rasulullah, umat Islam akan memperoleh keberkahan
dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.
Menariknya, Ustaz Ramlan tidak hanya menyampaikan
pesan dakwah, tetapi juga menghidupkan khasanah Melayu melalui pantun. Dengan
gaya sederhana dan penuh keakraban, pantun-pantun yang beliau bawakan membuat
jamaah larut dalam canda tawa sekaligus menumbuhkan rasa kedekatan.
Beberapa pantun yang disampaikan antara lain:
Hendak memancing si udang galah
Dapat pula ikan senyumpit
Kalau nak tahu macam mana sedapnya berceramah
Datanglah di Kelurahan Sungai Apit
Terbang tinggi si burung merbah
Hinggap seekor di atas dahan
Terbayang-bayang dari rumah
Siap ceramah langsung diajak makan
Menutup tausiyahnya, Ramlan kembali berpantun:
Kalau hendak ke Selat Panjang
Singgah sekejap di Kuala Merbau
Malam ini ceramah taklah panjang
Kalau mau panjang undanglah saya kali berikutnya.
Dengan nuansa religius dan budaya yang berpadu, peringatan
Maulid Nabi di Sungai Apet tahun ini meninggalkan kesan mendalam. Umat tidak
hanya mendapatkan pesan dakwah yang menyejukkan, tetapi juga warisan budaya
Melayu yang tetap terjaga melalui pantun. (Eg)