Khatib dan Imam Penyambung Lidah Nabi
Ringkasan:
Pelalawan (Humas) Jadikan masjid sebagai taman Syurga supaya masyarakat tumpah ruah datang untuk beribadah,†demikian disampaikan Haji Engku Sholeh alias Griven H. Putera, M.Ag saat melatih 30 orang peserta pelatihan imam dan khatib di masjid Nurul Falah Rantaubaru pada 5 Agustus 2011 yang lal...
Pelalawan (Humas) Jadikan masjid sebagai taman Syurga supaya masyarakat tumpah ruah datang untuk beribadah,†demikian disampaikan Haji Engku Sholeh alias Griven H. Putera, M.Ag saat melatih 30 orang peserta pelatihan imam dan khatib di masjid Nurul Falah Rantaubaru pada 5 Agustus 2011 yang lalu.
“Bagaimana cara menjadikan masjid sebagai taman yang menyejukkan kalbu Jemaah itu? Ya, tentu saja dengan bagusnya akhlak dan bacaan shalat imam, khatib dan bilal yang bertugas di mesjid tersebut,†tandasnya.
Di masjid Nabawi Madinah ada suatu tempat yang disebut dengan Raudhah [taman], yaitu tempat yang terletak antara makam nabi Muhammad SAW. dan mimbarnya. Dan taman itu sebetulnya bukan hanya ada di nabawi saja tapi
sebenarnya ada juga pada masjid yang lain. Cuma bagaimana caranya menjadikan masjid itu sebagai taman Surga? Ya, sekali lagi dengan melatih pengurus dan petugas di masjid untuk membuat Jemaah yang datang terasa damai dan nyaman jiwanya ketika sampai di masjid tersebut.
“Untuk menjadikan petugas yang penyejuk jiwa itulah pelatihan ini dibuat,†kata alumnus Pasca sarjana IAIN Susqa Pekanbaru ini.
Sementara itu, Haji Zulkarnaini, LC menyebutkan ,“ Karena umumnya kita ini bermazhab Syafiie, rukun Khutbah itu wajib diperhatikan oleh semua khatib saat tampil di mimbar Jumat. Rukun ini jangan disepelekan. Shalat orang bisa rusak kalau tinggal rukun itu. Dan itu menjadi kewajiban khatib, †kata Zul.
“Selain itu, bagi khatib, imam dan bilal harus memperhatikan bacaan Alquran dan hadits dalam shalat. Tajwid dan fasohah paling penting. Biarlah imam tak berlagu asalkan tajwidnya benar.â€
Peserta antusias mengikuti kegiatan ini. “Kami merasa beruntung mengikuti pelatihan ini karena dengan pelatihan ini, banyak sekali menambah pengetahuan tentang shalat, terutama shalat Jumat. Kalau bisa, pelatihan seperti ini dilakukan terus menerus sehingga kami bisa menjadi penyambung lidah nabi dengan baik,†demikian kata Anasrudin, salah seorang peserta.
Erwan Budiana selaku sekretaris panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak dilakukan setakat ini saja tapi aka nada tindak lanjutnya. “Insya Allah sesudah idulfitri ini akan kita lakukan lagi, dan ini lebih banyak praktek langsung,†kata Erwan. (griven)