Kuansing (Kemenag) — Dalam suasana hari raya yang penuh berkah dan kekhidmatan, umat Islam di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriyah pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Salat yang dipusatkan di Masjid Koto Rajo ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai Dusun yang hadir.
Bertindak sebagai khatib, Muhammad Isam, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, menyampaikan khutbah dengan tema: "Mari Berkurban Karena Allah SWT dan Hilangkan Sifat Cinta Dunia yang Berlebih-lebihan."
Dalam khutbahnya, Muhammad Isam menekankan pentingnya menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk pengabdian dan keikhlasan kepada Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebagai wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Ilahi.
“Kurban bukan hanya menyembelih hewan, tapi menyembelih ego, keserakahan, dan kecintaan dunia yang berlebihan. Mari berkurban karena Allah, bukan karena gengsi atau pamer,” tegasnya di hadapan jamaah.
Dalam bagian kedua khutbahnya, Muhammad Isam mengingatkan umat Islam akan bahaya mencintai dunia secara berlebih-lebihan, yang dapat melalaikan dari tujuan hidup sebagai hamba Allah. Ia menyeru agar umat senantiasa menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
“Islam tidak melarang kita mencari rezeki atau memiliki harta, tetapi yang dilarang adalah ketika cinta kepada dunia mengalahkan cinta kita kepada akhirat,” ujar beliau.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara dunia dan akhirat adalah jalan tengah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan menjadi kunci hidup yang tenang, berkah, dan diridhoi oleh Allah SWT.
Muhammad Isam juga mengajak jamaah untuk menjadikan momen Idul Adha sebagai ajang muhasabah dan refleksi terhadap sikap hidup selama ini. Ia berharap agar umat Islam tidak terjebak dalam pola hidup materialistis, tetapi mengedepankan nilai-nilai spiritual dan sosial.
“Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat komitmen kita sebagai hamba Allah. Mari evaluasi hidup kita: apakah lebih condong kepada dunia atau akhirat apakah kita sudah adil dalam menyeimbangkannya,” katanya dengan nada lembut namun tegas.
Khutbah ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan dalam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan kesabaran Nabi Ismail AS. Muhammad Isam juga mendoakan agar umat Islam senantiasa diberi taufik dan hidayah dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan bekal akhirat.
Salat Idul Adha dan khutbah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Usai pelaksanaan salat, panitia kurban mulai menyembelih hewan kurban yang merupakan sumbangan dari masyarakat sekitar Masjid Koto Rajo.(RDW)