0 menit baca 0 %

Kinerja Kementerian Agama Harus Akuntabel

Ringkasan: Pekanbaru, 9/2 (Humas)- Ada tiga masalah utama yang dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama RI 2010 yang dilaksanakan di Jakarta (1 s/d 3 Pebruari 2010) lalu, yaitu tentang akuntabilitas kinerja kementerian agama, pendidikan agama Islam, dan haji.
Pekanbaru, 9/2 (Humas)- Ada tiga masalah utama yang dibahas dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama RI 2010 yang dilaksanakan di Jakarta (1 s/d 3 Pebruari 2010) lalu, yaitu tentang akuntabilitas kinerja kementerian agama, pendidikan agama Islam, dan haji. Pemaparan tersebut disampaikan oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur SH, MM di hadapan pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Senin, (8/2). Untuk mencapai kinerja yang akuntabel, masing-masing unit kerja harus membuat arah dan program strategis sebagai penjabaran dari 5 program pokok Departemen Agama, yaitu: peningkatan pemahaman dan pengamalan agama, peningkatan kerukunan umat beragama, peningkatan mutu pendidikan agama, peningkatan mutu pelayanan haji, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Penafsiran lima konsep tersebut terangkum dalam sebuah booklet yang berjudul Arah dan Strategi Pembangunan Keagamaan di Provinsi Riau yang diluncurkan sempena peringatan HAB ke 64 tahun 2010 lalu oleh Kakanwil Asyari. Sebagai contoh lanjut Asyari, di bidang pendidikan agama Islam dilakukan terobosan dengan mendirikan sekolah agama andalan dan menjadikan kota Pekanbaru sebagai pusat pendidikan agama di Provinsi Riau. Untuk mencapau tujuan itu maka kwantitas dan kwalitas guru harus terus menerus ditingkatkan, begitu juga dengan manajemen penyelenggaraan pendidikan serta melengkapi fasilitas dan sarana-prasarana pendidikan. Ditambahkannya lagi segala program dan kegiatan misalnya bantuan madrasah, masjid, musholla, dan sebagainya harus berpedoman kepada arah dan strategi pembangunan dan direncanakan secara matang agar tidak terjadi revisi-revisi dalam penyusunan/pelaksanaan DIPA. (an/as).