Klarifikasi, Jamaah Fardu Ain Audiensi dengan Ka Kanwil
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Majelis Taklim Fardu Ain (MATFA) serta pemuka agama masyarakat Kabupaten Kampar , Rabu (23/3) menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, guna menindaklan gejolak keagamaan yang terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar yang...
Pekanbaru (Humas)- Majelis Taklim Fardu Ain (MATFA) serta pemuka agama masyarakat Kabupaten Kampar , Rabu (23/3) menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, guna menindaklan gejolak keagamaan yang terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar yang mengatas namakan Jamaah MATFA.
Pada pertemuan yang dihadiri oleh pemuka agama di Riau, seperti Ka Kankemenag Kampar, MUI Provinsi Riau, perwakilan pengurus MADTA Kabupaten dan Kota se Riau, serta Ketua Umum MATFA Indonesia dan Ketua MATFA Provinsi Riau, Ka Kanwil meminta penjelasan secara rinci kondisi dilapangan terkait dengan ajaran MATFA yang disampaikan oleh Salman Varisi yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya.
"Ka Kanwil tidak berhak membenarkan atau menyalahkan sebuah aliran atau pengajian, tapi kita berharap agar semua pengajian khususnya Fardu Ain tetap berjalan dikoridor Islam yang sesungguhnya," tegasnya.
Menurutnya, jika MATFA memang sempat ternodai oleh oknum yang tidak bertanggungjawab seperti yang disampaikan dalam laporan yaitu oleh Salman Al Farisi, maka MATFA harus membersihkan nama dengan meluruskan kembali jamaah yang barangkali sempat terpengaruh oleh aliran atau ajaran yang disampaikan oleh oknom bersangkutan beberapa waktu lalu.
"Fardu Ain harus menunjukkan kemasyarakat bahwa ia benar- benar berada pada koredor yang tidak menyesatkan. Selain itu masyarakat juga kita himbau untuk waspadah terhadap ajaran- ajaran baru yang marak timbul dimasyarakat saat ini," harapnya.
Sebagimana diinformasikan sebelumnya, bahwa ratusan masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar memprotes pengajian MATFA yang diajarkan oleh Salman Al Farizi, karena ia menyebutkan bahwa Tuhan dalam Islam ada Empat. Tentu hal tersebut mengundang respon dari masyarakat setempat.
Diantara pengajian isi yang disampaikan oleh Salman Al Farizi bahwa shalat yang dikerjakan oleh masyarkaat selama ini tidak sah, shalat yang sah adalah shalat yang dikerjakan saat ini, mengikuti shalat berjamaah dengna orang banyak hukumnya batal. Anggota pengajian salman al farisi mengatakan bahwa ulama yang ada di Batu Bersurat bukan ulama, tapi ulama- ulamaan, dengna visi dan misi Memberantas Thariqah Naqsabandiyah yang diucapkan oleh Ijun Ica serta beberapa isi pengajian lainnya.
Terhadap fenomena tersebut, Ketua Umum MATFA Indonesia, Iqbal Iskandar Muda SS dalam audiensi tersebut menegaskan, dalam penmgajian MATFA tidak pernah menyampaikan hal- hal menyimpang dari ajaran Islam, apalagi ajaran yang disebutkan oleh pengajian yang dibawahi oleh Salman Al Farizi.
"Ajaran kami sampai saat ini belum ada yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Terhadap ajaran yang dibawa oleh Salam Al Farizi sama sekali bukan dari ajaran MATFA, termasuk baiat yang menggunakan ayam dan acara religi lainnya pengurus MATFA se Indonesia khususnya Riau sudah mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan Salman dari MATFA yang tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh salman diatas kertas bermaterai dengan saksi pengurus MATfa se Riau," tegasnya.
Dengan demikian, apapun yang disampaikan oleh Salman Al Varisi tidak ada kaitannya dengan Majelsi Taklim Fardu Ain dan menjadi tanggungjawab diri pribadi Salman. (msd)