0 menit baca 0 %

Kolaborasi Kuat! KUA Tambusai Utara Hadiri Mini Loka Karya Kecamatan untuk Tekan Angka Stunting

Ringkasan: Tambusai Utara (Kemenag Rohul ) Kantor Urusan Agama (KUA) Tambusai Utara menghadiri kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan di Tambusai Utara yang diselenggarakan dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025 di Aula Kantor Camat Tambusa...

Tambusai Utara (Kemenag Rohul ) — Kantor Urusan Agama (KUA) Tambusai Utara menghadiri kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan di Tambusai Utara yang diselenggarakan dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025 di Aula Kantor Camat Tambusai Utara dan diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor.

Acara dipimpin langsung oleh Camat Tambusai Utara, serta dihadiri jajaran Forkopimcam seperti Sekretaris Camat, Kapolsek Tambusai Utara, Penghulu KUA Tambusai Utara, Kepala Puskesmas, Pihak BKKBN Kecamatan, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari desa-desa se-Kecamatan Tambusai Utara.

Penguatan Sinergi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Camat Tambusai Utara, Sunarji, S.Pd., menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan jangka panjang yang memerlukan kerja nyata dari berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, puskesmas, KUA, BKKBN, pendamping keluarga, serta perangkat desa sebagai ujung tombak penanganan di lapangan.

“Percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Kita harus bergerak bersama, menyatukan program, dan memastikan pendampingan keluarga berjalan optimal,” ucap Camat.

Peran KUA dalam Pencegahan Stunting

Penghulu KUA Tambusai Utara, Riswan Hasibuan, S.H., dalam kesempatan tersebut, memaparkan kontribusi KUA melalui program Bimbingan Perkawinan, edukasi calon pengantin, serta pemberian pemahaman tentang pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum menikah. KUA juga berkomitmen mendukung program pemerintah melalui pembinaan keluarga sakinah yang diharapkan dapat menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan mampu mencegah risiko stunting sejak dini.

“Ketika bimbingan catin pra nikah kami terus mengingatkan kepada setiap calon pengantin mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, usia ideal menikah, dan kesiapan membangun rumah tangga. Semua ini terkait erat dengan pencegahan stunting,” ujarnya.

Paparan Data dan Analisis Lapangan

Kepala Puskesmas Tambusai Utara, melalui dokter gizi menyampaikan perkembangan data stunting di wilayah tersebut. Meski kasus stunting belum pernah terjadi di Kecamatan Tambusai Utara, tetpi kita semua tetap harus bahu membahu memberikan pendampingan yang intensif agar kasus stunting tidak pernah terjadi di masa yang akan datang. Puskesmas menekankan peran penting pemenuhan gizi bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan sanitasi lingkungan sebagai faktor utama keberhasilan program.

Kepala BKKBN menambahkan bahwa tugas Tim Pendamping Keluarga sangat strategis. Mereka diharapkan terus memperkuat pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita melalui kunjungan rumah, pemantauan gizi, dan edukasi kesehatan.

Hasil Mini Loka Karya Kecamatan Tambusai Utara

Dalam sesi akhir, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai hasil resmi mini loka karya, antara lain:

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Penguatan koordinasi lintas sektor antara Kecamatan, Puskesmas, KUA, BKKBN, dan desa dalam pemutakhiran data keluarga berisiko stunting.

<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga, terutama dalam pendampingan calon pengantin, ibu hamil dan menyusui hingga anak balita, melalui kunjungan rutin dan pelaporan berkala.

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Peningkatan edukasi calon pengantin bekerja sama dengan KUA Tambusai Utara untuk memastikan seluruh Catin mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmasa dan bimbingan perkawinan di KUA.

<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Gerakan percepatan intervensi gizi untuk balita stunting dan keluarga berisiko dengan kolaborasi Puskesmas dan kader Posyandu.

<!--[if !supportLists]-->5.      <!--[endif]-->Penguatan desa-desa lokus stunting melalui anggaran berbasis prioritas dan integrasi program desa.

<!--[if !supportLists]-->6.      <!--[endif]-->Pemantauan dan evaluasi bulanan melalui pertemuan tim percepatan penurunan stunting tingkat kecamatan.

<!--[if !supportLists]-->7.      <!--[endif]-->Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, posyandu, dan pertemuan desa.

Mini Loka Karya Kecamatan Tambusai Utara ini berlangsung dengan penuh komitmen dan semangat kolaboratif. Diharapkan seluruh hasil rekomendasi yang disepakati dapat dijalankan secara konsisten demi menekan angka stunting dan mewujudkan generasi Tambusai Utara yang berakhlakul karimah, sehat, kuat, dan cerdas. (Humas KUA Tambusai Utara).

<!--[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]--> <!--[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]-->