0 menit baca 0 %

Kolaborasi Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an, Penyuluh Agama Islam Kunjungi SMKN 1 Sentajo Raya

Ringkasan: Kuantitas (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan silaturahmi dengan Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya sebagai upaya meningkatkan kerja sama dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an di kalangan siswa usia remaja.

Kuantitas (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan silaturahmi dengan Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya sebagai upaya meningkatkan kerja sama dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an di kalangan siswa usia remaja. Kamis 20 Februari 2025.

Penyuluh Agama Islam (PAI) yang hadir Jusniwati dan Muhammad Ridwan pertemuan silaturahmi ini berlangsung di ruang kerja kepala sekolah Emzarti berbincang bincang berbagai hal tentang program keagamaan kedepannya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara KUA dan pihak sekolah dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada siswa, khususnya dalam membaca dan memahami Al-Qur'an. 

Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya Emrizarti menyambut baik inisiatif ini dan berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan demi mencetak generasi yang cakap dalam ilmu agama.

" Kami mendukung penuh kegiatan ini yang di laksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya," ungkapnya.

Sementara itu Bidang studi keagamaan Ainun juga menyampaikan menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini kolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Sentajo Raya.

" Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan baik dan bisa menghasilkan yang terbaik untuk sekolah SMK 1 Sentajo Raya,"Ucap Ainun.

Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai langkah strategis yang dapat diterapkan, seperti program bimbingan membaca Al-Qur'an secara rutin bagi siswa, pelatihan bagi guru agama, serta pendekatan yang lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kendala dalam membaca Al-Qur'an.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tingkat buta aksara Al-Qur'an di kalangan siswa dapat berkurang secara signifikan, sehingga mereka dapat lebih memahami ajaran Islam dengan baik.(RDW)