Pekanbaru (inmas), Kesibukan
pengawas PAIS dan Madrasah pada awal tahun pencairan Sertifikasi bagi guru-guru
penerima sertifikasi, dalam menelaah bahan-bahan sebagai syarat pencairan dana
insentif bagi guru yang berhak menerima sertifikasi, sekaligus pendataan
seluruh guru baik guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar disekolah negeri,
maupun swasta, PNS, Non PNS, Guru bantu Provinsi, Guru Honor Sekolah maupun
Guru yang mengajar di Yayasan, oleh pengawas PAIS. Selasa (02/02/2021)
Tidak kalah sibuknya dengan
Pengawas PAIS, Pengawas Madrasah juga melakukan pendataan seluruh guru-guru
yang berada dalam binaan masing-masing. hal ini dilakukan untuk memperolah data
yang valid tetang kondisi guru-guru di sekolah karena ada beberapa guru-guru
yang telah purnabakti, pindah tugas dan resign.
Ruang Pengawas yang berukuran
3 x 8 meter, (merupakan bagian dari aula) menjadi penuh sesak oleh pengawas
karena diisi oleh 10 orang pengawas PAIS dan 11 orang pengawas Madrasah. bukan
itu saja, Pengawas Pendidikan Agama Kristen baik Katolik dan Protestan juga
tidak mau ketinggalan meramaikan ruang pengawas. Kesibukannya sama, Pendataan
guru.
Disamping melakukan pendataan
guru-guru secara manual, pengawas juga memastikan guru-guru sudah terdata
secara elektronik. Guru-guru PAI dipastikan pengawas sudah terdata di Emis dan
Siaga. Guru-guru madrasah dipastikan sudah terdata di Simpatika dan Emis.
demikian juga dengan guru-guru Pendidikan Agama Kristen, Hindu dan Budha.
Ketika ditanyakan kepada Ketua
POKJAWAS PAIS, tentang kesibukan yang terjadi, dengan lugas beliau menyampaikan
"Ini rutinitas setiap awal tahun anggaran, kami sengaja berkumpul di
runagna pengawas bersama-sama untuk memudahkan koordinasi antara satu pengawas
denga pengawas yang lain. Jika ada kendala yang dihadapi, kami bisa saling
bantu-membantu dan saling suport", ucap beliau dengan senyum khasnya.