0 menit baca 0 %

Komitmen Bangun Harmoni dan Kerukunan, Ka. KanKemenag ikuti Forum Bersama Menteri Agama

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon mengikuti Breakfast Meeting bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar yang juga diikuti oleh pejabat eselon I, II, dan III Kemenag dari seluruh Indonesia.


Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon mengikuti Breakfast Meeting bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar yang juga diikuti oleh pejabat eselon I, II, dan III Kemenag dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (07/10/2025) mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, secara hybrid (daring dan luring).

Dalam forum strategis tersebut, topik utama yang diangkat adalah pemaparan materi dari Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI, yang menekankan pentingnya memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suhelmon menyatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan dan menyelaraskan pemahaman terkait upaya konkret yang dapat dilakukan di daerah, khususnya dalam mendorong program Moderasi Beragama, yang merupakan program prioritas nasional Kemenag RI.

โ€œMateri dari PKUB membuka ruang refleksi sekaligus memberikan panduan praktis bagi daerah dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Ini akan kami tindaklanjuti dengan memperkuat sinergi bersama FKUB, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya di Kuansing,โ€ ungkap Suhelmon.

Breakfast meeting ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi lintas unit kerja dalam tubuh Kementerian Agama, sekaligus mempererat komunikasi vertikal antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan strategis, terutama dalam menghadapi tantangan keberagaman di tengah dinamika sosial keagamaan yang terus berkembang.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan dampak nyata di lapangan, melalui peningkatan kapasitas dan komitmen aparatur Kemenag dalam merawat kerukunan serta mendorong pendidikan toleransi di lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan keagamaan.