Kuansing (Kemenag) - Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya Muhammad Isam mengadakan program penyuluhan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di SMK Negeri 1 Sentajo Raya. Rabu 13 Februari 2025.
Berdasarkan data Institut Ilmu Qur'an (IIQ) Jakarta pada tahun 2022, sekitar 72,25% umat Muslim di Indonesia tidak mampu membaca Al-Qur'an . Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk penyuluh agama, untuk mengambil peran aktif dalam mengatasi permasalahan tersebut.
" Program ini dimulai dengan sosialisasi kepada siswa mengenai pentingnya kemampuan membaca Al-Qur'an," ungkap M. Isam .
" Setelah itu, dilakukan pendataan untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bimbingan khusus. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara rutin dengan metode yang disesuaikan agar mudah dipahami oleh para peserta didik," tambahnya.
Tujuan utama dari program ini adalah mengurangi angka buta aksara Al-Qur'an di kalangan siswa SMK Negeri 1 Sentajo Raya. Selain itu, diharapkan program ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas ibadah para siswa.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya menyatakan bahwa program tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.Â
" Kerja sama antara KUA Sentajo Raya dan SMK Negeri 1 Sentajo Raya diharapkan dapat terus berlanjut untuk program-program positif lainnya di masa mendatang," tuturnya.
Program penyuluhan ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara lembaga keagamaan dan pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual dan intelektual generasi muda.(RDW)