0 menit baca 0 %

Komitmen Sukseskan Program, Penyuluh Agama Islam Lanjutkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Pada Jumat 14 Februari 2025 Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi Al-Qur an di kalangan pelajar. Pada hari ini, mereka kembali menggelar program Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur an di SMA Negeri 1 Se...

Kuansing (Kemenag) - Pada Jumat 14 Februari 2025 Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar. Pada hari ini, mereka kembali menggelar program Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya.

"Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya Jusniwati, Muhammad Ridwan, Sapri Marlian, Muhammad Isam dan Perlindungan bahu membahu untuk membantu Anak anak usia sekolah yang ada di SMA Negeri 1 Sentajo Raya terbebas dari Buta Aksara Al Qur'an, dengan target sampai bisa dan tau tajwidnya." Ucap Ridwan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang bertujuan untuk membantu siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Penyuluhan ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai tingkatan kelas, terutama mereka yang belum lancar dalam membaca huruf hijaiyah.


Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya Rindra Febrian  menyampaikan bahwa program ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman keagamaan generasi muda.

"Membaca Al-Qur’an adalah fondasi dalam kehidupan seorang muslim. Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap para siswa bisa lebih percaya diri dalam membaca dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Penyuluhan ini dilakukan dengan metode yang menarik, seperti pengajaran langsung, praktik membaca, serta pendampingan individu bagi siswa yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut. Para penyuluh agama juga memberikan motivasi agar siswa semakin semangat dalam belajar.

Salah satu Siswa bernama Pratiwi magfirah mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini.

"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Sebelumnya saya kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah, tetapi sekarang saya mulai lebih memahami dan percaya diri," katanya.

Program ini rencananya akan terus berlanjut dengan sesi bimbingan rutin setiap pekan. Selain di sekolah, kegiatan serupa juga akan diperluas ke masjid-masjid dan komunitas masyarakat di Kecamatan Sentajo Raya.

Dengan adanya upaya ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik, sehingga nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)