Kampar ( Humas ) – Suasana Mesjid Al-Madinah jalan lingkar Bangkinang Kota bakal menjadi ramai, karena di tempat tersebut ada tiga organisasi dakwah mengantor disana. Yakni Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Bangkinang Kota, Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) dan Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Bangkinang Kota.
Peresmian kantor atau sekretariat bersama tersebut dilakukan camat
Bangkinang Kota Minda, Senin (26/2/2024) sekaligus tabligh
akbar dengan penceramah Buya Dr Mawardi, Lc MA serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar yang diwakili Kasi Bimas Islam, ketua LPTQ Kabupaten Kampar H Yurmailis
Saruji SE, Kepala Kantor KUA Kecamatan Bangkinang Kota sekaligus Ketua DMI Kabupaten Kampar Dr. Subirman MA, Pimpinan Pondok se Kecamatan Bangkinang Kota, pengurus
masjid se kecamatan Bangkinang Kota dan undangan lainnya
Dr Subirman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Ketua pengurus Mesjid Al-Madinah bapak Hizbun Nazar yang telah menyediakan fasilitas sekretariat bersama di kompleks masjid Al-Madinah. Subirman berharap dengan adanya kantor bersama ini, ketiga organinasi dapat berjalan dengan baik dan bersinergi serta memberikan kontribusi terhadap kemajuan umat Islam khususnya dibidang dakwah dan pengembangan al-Quran serta pendidikan dan takmir.
Sementara itu camat Bangkinang Kota ibu Hj. Minda SH merasa bangga dengan adanya kantor bersama ini. “Saya minta kepada pengurus LPTQ yang sudah dikukuhkan ini dapat bekerja dengan baik, bukan hanya sekedar pengukuhan tapi berguna untuk pengembangan al-Qur’an, sehingga masyarakat Kecamatan Bangkota menjadi warga yang Qur’ani dan masyarakat Madani,” ujarnya.
Ketua LPTQ Kabupaten Kampar H Yurmailis Saruji, SE mengatakan satu-satunya pengurus LPTQ kecamatan yang sudah dikukuhkan adalah LPTQ Kecamatan Bangkinang Kota. “Kita ingin semua pengurus LPTQ kecamatan dapat segera dikukuhkan supaya bibit-bibit baru dapat ditemukan. Sehingga al-Qur’an ini membumi dan bergema ditengah lapisan masyarakat,” ujarnya.
Kasi Bimas Kemenag Kampar Maswir mengajak masyarakat agar menghayati isi kandungan al-Qur’an dengan baik. Jika ada perbedaan pendapat itu hal yang wajar, asal jangan memaksakan kehendak dan membenarkan sepihak. “Kalau soal perbedaan pendapat, itu sudah normatif. Tapi yang bahaya memaksakan kehendak, ini dapat memicu perpecahan. Kita tidak ingin seperti negeri-negeri di Timur Tengah. Semestinya perbedaan itu menjadikan kita dewasa,” ujarnya.
Penceramah Buya Dr Mawardi M Saleh Lc MA yang juga ketua Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar mengajak para hadirin untuk
mempersiapkan diri menyambut kedatangan ramadhan. Sebab Ramadhan
merupakan bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya karena begitu banyak
kebesaran dan keistimewaannya. “Mulianya ramadhan ini karena al-Qur’an
diturunkan dibulan ramadhan. Manusia tanpa al-Qur’an tidak ada nilainya.
Karenanya ramadhan ini disebut juga bulan al-Qur’an. Kita berpuasa
walaupun menderita sekejap, namun dosa-dosa kita terampuni. Umur kita
makin pendek, godaan makin banyak. Jangan sampai larut dengan sesuatu
yang tidak berguna. Puasa merupakan media pendidikan untuk semua orang
untuk berprilaku jujur. Amalan yang paling bagus itu adalah disaat kita
sedang berpuasa. Berpuasa ini merupakan media untuk beramal soleh,
perbanyak baca al-Qur’an, kalau tekun, 8 jam bisa khatam al-Qur’an,”
ujarnya. ( Fatmi/Cicy/Ags )