0 menit baca 0 %

Konsultasi Pribadi PAI KUA Mandau: Hj. Nurleili Lubis Bahas Hukum Talak Bain Kubro

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Selasa (9/9/2025), bertempat di Kantor KUA Kec. Mandau Duri, berlangsung kegiatan konsultasi rumah tangga yang menghadirkan Nurleili Lubis, penyuluh agama sekaligus petugas BP4 KUA Kecamatan Mandau. Tema yang diangkat cukup krusial, yaitu tentang Talak Bain Kubro.Dalam sesi konsul...

Mandau (Kemenag)  – Selasa (9/9/2025), bertempat di Kantor KUA Kec. Mandau Duri, berlangsung kegiatan konsultasi rumah tangga yang menghadirkan Nurleili Lubis, penyuluh agama sekaligus petugas BP4 KUA Kecamatan Mandau. Tema yang diangkat cukup krusial, yaitu tentang Talak Bain Kubro.

Dalam sesi konsultasi tersebut, pasangan warga berinisial JH dan YS menanyakan hukum terkait suami yang telah menjatuhkan talak lebih dari tiga kali dalam waktu yang berbeda. Sang suami bahkan pernah melafazkan talak secara sharih (jelas, langsung menggunakan kata talak) dan juga dengan kinayah (sindiran atau ungkapan lain, seperti kalimat “kau bukan isteriku lagi”). Pertanyaan yang muncul, apakah talak dengan kalimat tersebut jatuh atau tidak.

Nurleili Lubis menjelaskan dengan tegas bahwa talak tetap jatuh, baik diucapkan secara sharih maupun kinayah, selama disertai niat dari suami. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari setiap ucapan talak yang dilontarkan dalam rumah tangga.

Sebagai solusi agar rumah tangga tetap aman dan harmonis, Nurleili menyampaikan beberapa nasihat penting.Pertama, Suami jangan mudah mengucapkan kata-kata talak. Talak adalah jalan terakhir, bukan ungkapan emosi sesaat. Kedua, Istri jangan melakukan ucapan atau perbuatan yang memancing keluarnya kata talak. Sikap saling menjaga akan menghindarkan keluarga dari perceraian yang tidak diinginkan. Ketiga, Setiap masalah rumah tangga hendaknya dibicarakan secara baik dan bijaksana. Komunikasi yang sehat adalah kunci.

Jika solusi tidak ditemukan, mintalah bimbingan kepada petugas KUA atau BP4. Dengan demikian, rumah tangga tetap terjaga keharmonisan dan keberkahannya.

Konsultasi ini ditutup dengan ajakan agar setiap pasangan selalu menahan diri, memperkuat komunikasi, serta menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang penuh cinta kasih. Nurleili menegaskan bahwa menjaga lisan adalah bagian penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.