Mandau (Kemenag) โ Masjid
Besar Arafah Duri kembali menjadi tempat berlangsungnya layanan konsultasi
rumah tangga yang dilaksanakan oleh Nurleili Lubis, penyuluh agama sekaligus
petugas BP4 KUA Kecamatan Mandau Selasa, (09/09/2025). Konsultasi kali ini
berlangsung sejak pukul 10.20 WIB hingga selesai dan membahas persoalan pelik
dalam rumah tangga.
Seorang mertua datang
mencari solusi terkait menantu perempuannya yang bersikeras ingin bercerai dari
suami, padahal pernikahan mereka telah dikaruniai empat orang anak.
Permasalahan dipicu oleh faktor ekonomi yang menjadi beban berat dalam
kehidupan rumah tangga pasangan tersebut.
Dalam sesi konsultasi,
Nurleili Lubis memberikan pencerahan bahwa masalah ekonomi memang sering kali
menjadi salah satu ujian terbesar dalam rumah tangga. Namun, perceraian bukanlah
solusi yang tepat, terlebih ketika sudah ada anak-anak yang membutuhkan
perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
โSetiap rumah tangga pasti
menghadapi ujian. Ekonomi memang berat, tetapi perceraian justru menambah
masalah baru. Yang terpenting adalah komunikasi, kesabaran, dan ikhtiar bersama
mencari solusi. Jangan lupa, doa dan tawakal kepada Allah adalah kunci kekuatan
keluarga,โ tegas Nurleili.
Nurleili juga menyarankan
agar sang mertua mendekati menantu dengan bahasa kasih sayang dan kelembutan,
bukan dengan amarah atau tekanan. Pendekatan yang penuh empati akan lebih mudah
membuka hati menantu agar kembali tenang dan berpikir jernih.
Selain itu, ia menambahkan
bahwa suami sebagai kepala rumah tangga perlu berusaha lebih keras memperbaiki
keadaan ekonomi, sementara istri harus mendukung dengan kesabaran, pengertian,
dan doa.
Konsultasi ini diakhiri
dengan harapan agar keluarga tersebut dapat menemukan jalan tengah yang
terbaik, tanpa harus mengorbankan keutuhan rumah tangga dan masa depan
anak-anak mereka.