0 menit baca 0 %

Kontingen Kuansing Meriahkan Pembukaan OMI Riau 2025 dengan Tarian Pacu Jalur, Kemenag Kuansing Apresiasi Semangat Peserta

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kontingen Kabupaten Kuantan Singingi turut ambil bagian dalam pembukaan ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 yang berlangsung meriah di halaman MAN 3 Pekanbaru, Rabu (1/10/2025). Acara pembukaan ini diikuti oleh 396 peserta dari seluruh jenjang...

Kuansing (Kemenag) Kontingen Kabupaten Kuantan Singingi turut ambil bagian dalam pembukaan ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 yang berlangsung meriah di halaman MAN 3 Pekanbaru, Rabu (1/10/2025). Acara pembukaan ini diikuti oleh 396 peserta dari seluruh jenjang madrasah MI, MTs, dan MA yang berasal dari 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Secara resmi, kegiatan OMI Tingkat Provinsi Riau 2025 dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur yang hadir mewakili Gubernur Riau. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon hadir langsung memimpin kontingen Kuansing. Ia didampingi oleh Kepala Subbag Tata Usaha, Bakhtiar Shaleh, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Rini Susanti. 

Kontingen Kuansing yang berjumlah 78 orang terdiri dari peserta, pendamping, dan official, tampil memukau dalam sesi pembukaan dengan menampilkan Tarian Pacu Jalur, kesenian khas daerah yang menjadi identitas budaya Kuansing. Tarian ini sukses menyita perhatian seluruh kontingen dan tamu undangan yang hadir, serta menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian acara pembukaan OMI Riau 2025.

Suhelmon menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat dan kreativitas kontingen Kuansing.“Kami sangat bangga atas semangat luar biasa yang ditunjukkan anak-anak madrasah kita. Partisipasi dalam OMI ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga sebagai ajang menumbuhkan integritas, kreativitas, dan semangat berprestasi di era digital. Sesuai dengan  tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global,” ungkap Suhelmon.

OMI merupakan ajang baru yang menggantikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM), dengan pendekatan yang lebih holistik. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, Jisman dalam laporannya yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Riau. Ia menyebut bahwa OMI tidak hanya menguji kemampuan akademik, namun juga mengintegrasikan riset, sains, serta nilai-nilai karakter dan keislaman. ( GS )