0 menit baca 0 %

Kontingen Riau Kecewa Berat, Protes Tak Ditanggapi

Ringkasan: LAPORAN AHMAD SUPARDI HASIBUAN DARI GORONTALO GORONTALO (KEMENAG) Kontingen Riau pada ajang Pekan Olahraga Nasional Pondok Pesantren Tingkat Nasiaonal (Pospenas) VI Tahun 2013 di Gorontalo, dibawah pimpinan Ir Zulkifli dan Drs H Ruslan, kecewa berat sebagai akibat dari tidak ditanggapinya protes mer...
LAPORAN AHMAD SUPARDI HASIBUAN DARI GORONTALO GORONTALO (KEMENAG) Kontingen Riau pada ajang Pekan Olahraga Nasional Pondok Pesantren Tingkat Nasiaonal (Pospenas) VI Tahun 2013 di Gorontalo, dibawah pimpinan Ir Zulkifli dan Drs H Ruslan, kecewa berat sebagai akibat dari tidak ditanggapinya protes mereka, atas salah satu kontingen yang diduga pesertanya bukan berasal dari santri. Kekecewaan itu disampaikan keduanya, usai melakukan pertemuan dengan Panitia Nasional di asrama haji Gorontalo, Jum’at sore (28/6/2013) bertempat di Hotel Motola INN, Jalan Tribrata Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo. Zulkifli menyatakan bahwa protes ini sangat diperlukan dalam rangka pembelajaran pada tahun-tahun mendatang, sehingga diharapkan tidak ada lagi yang mengikutsertakan bukan santri dalam ajang yang hanya dikhususkan bagi pondok pesantren ini. H Ruslan yang adalah Kabid Pakis Kanwil Kemenag Riau menyatakan, bahwa kalaupun protes kontingen Riau tidak ditanggapi, hendaknya semua kita tetap komit untuk mendukung pelaksanaan Pospenas ini, sehingga Pospenas dapat berjalan lancer dengan baik. Ruslan juga berjanji bahwa protes kontingen Riau ini akan disampaikan kepada Menteri Agama RI Cq Dirjen Pendidikan Islam di Jakarta, sebagai bahan evaluasi dan pembelajarn di masa mendatang. Saya yakin dan percaya bahwa protes kita ini akan menjadi salah satu egenda utama dalam evaluasi Pospenas nanti di Jakarta, tegas Ruslan berapi-api. Menurut Ruslan lagi, dari pihak panitia nasional Bapak Mamat Kasubdit Diniyah dan Pondok pesantren Kemenag RI, telah memberikan jaminan kepadanya bahwa protes Riau ini akan diagendakan secara khusus dalam rapat evaluasi nasional tentang pelaksanaan Pospenas di Jakarta beberapa waktu ke depan. Beberapa usulan penting yang disampaikan oleh H Ruslan, seperti keabsahan data santri, foto santri, dan lain sebagainya, akan diakomodir dalam petunjuk pelaksanaan Pospenas yang dilaksanakan tiga tahun sekali ini.***(Ash)