0 menit baca 0 %

KPA Riau Gandeng Kemenag, Perkuat Edukasi Pencegahan HIV/AIDS

Ringkasan: Riau (Kemenag) Angka penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Data terbaru menunjukkan, setiap tahunnya jumlah penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang hingga sa...

Riau (Kemenag) – Angka penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Data terbaru menunjukkan, setiap tahunnya jumlah penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan. HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Penularan virus dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya penggunaan jarum suntik secara bergantian (terutama pada penyalahgunaan narkoba), dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, serta hubungan seksual berisiko – termasuk hubungan sesama jenis.

Melihat kondisi tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPAIDS) terus melakukan upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkala dan terbatas di berbagai komunitas. Sebagai bentuk sinergi, KPAIDS Provinsi Riau pada Jumat (12/09/2025) melakukan audiensi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Kehadiran mereka dipimpin langsung oleh Sekretaris KPA Provinsi Riau, Dr dr Wildan Asfan HSB, MKes dan di terima Kepala Kanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha, H. Rahmat Suhadi.

Dalam pemaparannya, dr. Wildan mengungkapkan data terkini penyebaran AIDS di Provinsi Riau. Ia menjelaskan bahwa penularan AIDS kini tidak lagi terbatas pada kelompok berisiko tinggi, melainkan telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. “Ini menjadi alarm bagi kita semua. Pencegahan harus dilakukan secara massif, terutama melalui pendidikan dan penyadaran sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, H. Rahmat Suhadi mengapresiasi langkah KPAIDS yang terus aktif mengedukasi masyarakat. “Kemenag siap mendukung kegiatan pencegahan HIV/AIDS, terutama melalui penyuluhan di madrasah, pesantren, dan majelis taklim. Edukasi ini penting agar generasi muda memahami risiko dan dapat menjaga diri dari perilaku berisiko,” ujarnya.