0 menit baca 0 %

KUA Bantan Lakukan Mediasi, Bantu Pasutri Temukan Solusi Rumah Tangga

Ringkasan: Bantan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan kembali melaksanakan kegiatan mediasi terhadap pasangan suami istri yang tengah menghadapi permasalahan rumah tangga Senin (6/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di ruang pelayanan KUA Bantan dan dipimpin langsung oleh Kepa...

Bantan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan kembali melaksanakan kegiatan mediasi terhadap pasangan suami istri yang tengah menghadapi permasalahan rumah tangga Senin (6/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di ruang pelayanan KUA Bantan dan dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Bantan, Drs. H. Nasuha.

Pasangan yang dimediasi adalah Maimunah bersama suaminya, warga Desa Pasiran, Kecamatan Bantan. Permasalahan yang dihadapi keduanya berawal dari sikap suami yang acuh tak acuh terhadap keluarga, jarang memberikan nafkah, serta sering menunjukkan amarah tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut menyebabkan hubungan rumah tangga menjadi renggang dan kurang harmonis.

Dalam suasana yang tenang dan penuh kesabaran, pihak KUA memberikan arahan serta nasihat keagamaan agar kedua belah pihak dapat saling introspeksi, memperbaiki komunikasi, dan kembali membangun keharmonisan rumah tangga.

Kepala KUA Kecamatan Bantan, Drs. H. Nasuha, dalam arahannya menyampaikan “Rumah tangga akan bahagia jika dibangun atas dasar tanggung jawab, saling menghargai, dan kasih sayang. Seorang suami wajib menafkahi dan melindungi keluarganya, sementara istri hendaknya bersabar, mendukung, dan menjaga suasana rumah tangga agar tetap tenteram. Bila masing-masing memahami perannya, insya Allah keluarga akan menjadi sakinah, mawaddah, dan warahmah.”

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki diri, saling menghargai, dan berkomitmen menjaga keutuhan rumah tangga.

KUA Bantan berharap hasil mediasi ini dapat menjadi langkah awal bagi pasangan tersebut untuk mempererat kembali ikatan keluarga, saling memaafkan, serta menumbuhkan kembali cinta dan tanggung jawab dalam membina rumah tangga yang diridhai Allah SWT.