0 menit baca 0 %

KUA Batang Cenaku Pastikan Layanan Catin Berkualitas, Tekankan Pentingnya Persiapan Membangun Rumah Tangga

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Cenaku, Agan Alliyudin, melaksanakan tugas pelayanan calon pengantin (Catin) sesuai dengan fungsi dan kewenangan pada Kamis (11/9). Kegiatan diawali dengan pendampingan pengisian formulir BP4, dilanjutkan pengecekan data Catin...

Indragiri Hulu (Kemenag) โ€“ Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Cenaku, Agan Alliyudin, melaksanakan tugas pelayanan calon pengantin (Catin) sesuai dengan fungsi dan kewenangan pada Kamis (11/9). Kegiatan diawali dengan pendampingan pengisian formulir BP4, dilanjutkan pengecekan data Catin untuk memastikan keabsahan dokumen, serta ditutup dengan bimbingan perkawinan (Bimwin) yang memuat pengarahan tentang peran dan tanggung jawab suami istri.

Agan menegaskan bahwa layanan ini bukan hanya sebatas administrasi, melainkan upaya menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas. โ€œDokumen pernikahan memang penting, tapi yang lebih penting adalah kesiapan pasangan membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Itulah yang kami tekankan melalui bimbingan perkawinan,โ€ ujarnya.

Bimbingan ini memberikan bekal praktis bagi pasangan, mulai dari komunikasi dalam rumah tangga, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pentingnya saling menghormati antara suami dan istri. Dengan demikian, pernikahan diharapkan tidak hanya sah secara hukum agama dan negara, tetapi juga mampu menciptakan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Salah seorang calon pengantin yang mengikuti layanan tersebut menyampaikan apresiasinya. โ€œKami merasa lebih siap setelah mendapat arahan. Ternyata banyak hal yang harus dipersiapkan, bukan hanya acara resepsi, tetapi juga mental dan tanggung jawab sebagai suami istri,โ€ katanya.

Secara langsung, kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kualitas kesiapan calon pengantin di Batang Cenaku. Sementara secara tidak langsung, layanan KUA turut berkontribusi menekan angka perceraian dengan membekali pasangan pemahaman yang lebih matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

(Reski)