0 menit baca 0 %

KUA Batang Cenaku Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab dan Keteguhan dalam Bimbingan Perkawinan

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Kantor Urusan Agama (KUA) Batang Cenaku  kembali menegaskan komitmennya dalam membimbing calon pengantin (catin) agar siap membangun rumah tangga yang kokoh. Pada Jumat (12/9/2025), proses pendaftaran nikah dilakukan oleh M. Solihin, dilanjutkan dengan pengisian formulir BP...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Batang Cenaku  kembali menegaskan komitmennya dalam membimbing calon pengantin (catin) agar siap membangun rumah tangga yang kokoh. Pada Jumat (12/9/2025), proses pendaftaran nikah dilakukan oleh M. Solihin, dilanjutkan dengan pengisian formulir BP4 yang dibimbing oleh Malikul Hidayah. Setelah itu, Agan Aliyudin memberikan pengecekan data calon pengantin serta bimbingan perkawinan (Bimwin) yang berfokus pada kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Dalam bimbingan tersebut, Agan Aliyudin menyampaikan empat hal penting yang harus dipahami catin, terutama karena pasangan yang mendaftar adalah bujang dan janda. “Seorang wanita dalam rumah tangga membutuhkan empat hal dari suami: besar tanggung jawabnya, panjang pikirannya, keras tekadnya dalam menafkahi dan membimbing, serta durasi lama dalam menjaga rumah tangga hingga akhir hayat,” jelasnya.

Pesan ini menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya ikatan formal, melainkan komitmen jangka panjang yang menuntut kedewasaan dan kesungguhan dari kedua belah pihak. Bimbingan seperti ini diharapkan mampu mencegah persoalan rumah tangga sejak dini dengan menanamkan pemahaman mendasar mengenai hak, kewajiban, dan tujuan pernikahan.

Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya bimbingan ini. “Kami merasa lebih siap menghadapi pernikahan karena mendapat arahan yang jelas. Semoga rumah tangga kami nanti bisa langgeng dan penuh berkah,” ujarnya.

Dengan adanya program bimbingan perkawinan, Kemenag Indragiri Hulu berharap masyarakat tidak hanya menikah secara sah secara hukum dan agama, tetapi juga membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan berdaya menghadapi tantangan kehidupan modern.

(Reski)