0 menit baca 0 %

Kua Cerenti Berdampak Lintas Budaya

Ringkasan: Kuansing(kemenag)- Senin, (4 Agustus 2025).Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cerenti kembali menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Kali ini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cerenti yang dalam hal ini di wakili oleh penghulu Cerenti Fikri Alparizi turut ambil bagi...

Kuansing(kemenag)- Senin, (4 Agustus 2025).Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cerenti kembali menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Kali ini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cerenti yang dalam hal ini di wakili oleh penghulu Cerenti Fikri Alparizi turut ambil bagian dalam kegiatan adat "Melayur Jalur Baru Pangeran Hilir Rantau Kuantan" desa Teluk Pauh, sebuah prosesi sakral yang menandai peresmian sampan pacu (jalur) baru desa Teluh Pauh bernama Pangeran Hilir Rantau Kuantan.

Acara yang berlangsung di tepian Sungai Kuantan itu dihadiri oleh Camat Cerenti dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan pemuda Kecamatan Cerenti. Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, kegiatan melayur menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya pacu jalur yang sudah menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi.

Menariknya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cerenti yang dalam hal ini di wakili oleh penghulu Kecamatan Cerenti dipercaya membawakan doa dalam prosesi adat ini. Dengan mengumandangkan doa-doa Islami yang sarat makna, ia menandai penyatuan nilai-nilai keagamaan dengan adat lokal. Hal ini memperlihatkan sinergi yang harmonis antara agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat Cerenti kabupaten Kuantan Singingi.

Keterlibatan penghulu dalam acara adat ini bukan kali pertama dilakukan. Namun, keikutsertaannya dalam peresmian jalur baru Pangeran Hilir Rantau Kuantan desa Teluk Pauh menjadi bukti nyata bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) Cerenti memiliki dampak lintas budaya dan tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi keagamaan dan pernikahan semata.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cerenti, Rismandianto menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan adat selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. "Kami percaya bahwa kearifan lokal adalah bagian dari identitas yang perlu dijaga dan didampingi secara spiritual," ujarnya. Keterlibatan ini pun menjadi simbol kolaborasi antar lembaga dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultur. ( AA )