0 menit baca 0 %

KUA Dumai Timur Gelar BRUS di SMAN 2 Dumai: Bekali Remaja Karakter Islami

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Timur beserta Penyuluh Agama Islam (PAI) Dumai Timur dan seluruh staff KUA menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi siswa-siswi SMAN 2 Dumai pada Kamis, 18 Desember 2025.

Dumai (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Timur beserta Penyuluh Agama Islam (PAI) Dumai Timur dan seluruh staff KUA menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi siswa-siswi SMAN 2 Dumai pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini dihadiri oleh jajaran pegawai KUA, Penyuluh Agama Islam (PAI), serta diikuti oleh Ratusan peserta didik dengan antusias.

Kepala KUA Dumai Timur Nuzul Taufiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa program BRUS merupakan agenda prioritas Kementerian Agama untuk mengedukasi generasi muda. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan, memahami kesehatan reproduksi, serta membangun karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

"Remaja saat ini menghadapi tantangan zaman yang luar biasa besar, mulai dari pengaruh media sosial hingga risiko pergaulan bebas. Melalui BRUS, kami ingin memastikan siswa SMAN 2 Dumai memiliki benteng mental dan spiritual yang kokoh," ucap Nuzul Taufiq.

Dalam foto bersama yang mengabadikan momen tersebut, terlihat sinergi antara pihak KUA Dumai Timur dengan pihak sekolah. Para peserta, termasuk perwakilan Duta SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) SMAN 2 Dumai yang mengenakan selempang kebanggaan mereka, turut berpose bersama narasumber dan guru pendamping. Kehadiran Duta SSK ini mempertegas kolaborasi dalam mengampanyekan pendewasaan usia perkawinan dan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Materi yang disampaikan oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Dumai Timur dikemas secara interaktif, meliputi:

Pencegahan Pergaulan Bebas dan Narkoba: Mengedukasi siswa tentang risiko hukum dan kesehatan.

Psikologi Akhlak Remaja: Membantu siswa mengenali jati diri dan potensi mereka.

Wawasan Pernikahan: Memberikan pemahaman awal bahwa pernikahan memerlukan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi yang matang di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan pengenalan "Tepuk Sakinah" sebagai media edukasi kreatif agar pesan-pesan tentang pilar keluarga bahagia dapat diingat dengan mudah oleh para siswa. Pihak SMAN 2 Dumai menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut demi mencetak generasi emas yang berakhlak mulia. (Fadli/Ayu)