Kampar Kiri Tengah ( Kemenag )--- Dalam upaya memperkuat karakter pelajar dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kampar Kiri Tengah menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 2 Kampar Kiri Tengah, Desa Penghidupan, pada Jumat (1/8/2025).
Kegiatan BRUS ini menghadirkan narasumber utama Kepala KUA Kampar Kiri Tengah, Syahrizul, S.Sos.I., M.E.Sy., yang menyampaikan materi dengan tema penting dan relevan: “Kenakalan Remaja Usia Sekolah dan Pencegahannya”.
Turut memberikan materi, Darusman, S.Sos., M.M., yang menyoroti berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak terjadi, seperti pergaulan bebas, bullying, kecanduan gawai, hingga lunturnya nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa shalat yang kontinyu dan kesadaran spiritual yang kuat adalah solusi utama untuk membentengi diri dari hal-hal negatif tersebut.
“Kenakalan remaja bisa dicegah jika sejak dini ditanamkan pemahaman agama dan tanggung jawab pribadi. Shalat adalah fondasi utama pembentuk akhlak,” tegas Darusman.
Kepala KUA Kampar Kiri Tengah, Syahrizul, S.Sos.I., M.E.Sy., menekankan bahwa program BRUS merupakan bentuk nyata perhatian Kementerian Agama dalam pembinaan karakter generasi muda.
“BRUS bukan hanya ceramah semata, tetapi bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda dari degradasi moral. KUA siap bersinergi dengan sekolah-sekolah dalam mencetak pelajar yang cerdas, religius, dan berakhlakul karimah,” ujar Syahrizul.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa-siswi SMAN 2 Kampar Kiri Tengah yang turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kampar Kiri Tengah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan program ini. Ia menilai kegiatan seperti BRUS sangat relevan dan penting bagi pembinaan karakter siswa di tengah derasnya pengaruh negatif dari luar.
“Kami menyambut baik program BRUS ini sebagai bentuk edukasi spiritual dan moral yang dibutuhkan siswa. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja sekaligus memperkuat nilai religius di sekolah,” ujar Kepala SMAN 2 Kampar Kiri Tengah
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, diikuti oleh ratusan siswa serta seluruh majelis guru. Sesi tanya jawab interaktif menjadi bagian menarik yang memungkinkan siswa menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka
Dengan terlaksananya kegiatan ini, KUA Kampar Kiri Tengah berharap dapat memperluas jangkauan edukasi keagamaan serta memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi keagamaan dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial. ( Fatmi/KUA Kampar kiri tengah)