0 menit baca 0 %

Kua Kandis Berdayakan Lahan Pekarangan Untuk Tanaman Toga

Ringkasan: Siak (Inmas) - Sejak dari zaman dahulu yang secara turun temurun tanaman obat sering kali dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan menjadikan tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga. Penggunaan tanaman obat secara tradisional semakin disukai karena efek sampin...

Siak (Inmas) - Sejak dari zaman dahulu yang secara turun temurun tanaman obat sering kali dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan menjadikan tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga. Penggunaan tanaman obat secara tradisional semakin disukai karena efek samping yang rendah. Terlebih lagi dimasa pandemi covid 19 saat ini, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas tubuh. 


Tanaman obat keluarga (TOGA) atau dikenal dengan apotik hidup merupakan tanaman yang ditanam pada area di sekeliling pekaranga rumah, halaman rumah, ditempatkan dalam pot atau ditanam pada kebun yang luasnya berukuran kecil.


Hal tersebut  dapat terlihat jelas di pekarangan kantor Urusan Agama Kec. Kandis dalam rangka memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong sehingga memiliki manfaat tersendiri. 

Adanya apotik hidup yang tak jauh dari tempat tinggal, tentu saja akan sangat bermanfaat, baik nantinya digunakan sebagai obat tradisional yang sifatnya mencegah atau mengobati berbagai penyakit akut hingga kronis sekalipun, serta sebagai bumbu pelengkap masakan atau menambah nilai estetika tersendiri jika tertanam dengan tertata rapi.


Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengusahakan sendiri obat-obatan yang berbahan dasar herbal sangat disayangkan. Padahal jika dilakukan memiliki manfaat yang besar. 


Diantara manfaat penting adalah meningkatkan sistem imun tubuh pada saat sekarang ini. Sistem imun adalah semua mekanisme yang digunakan badan untuk melindungi dan mempertahankan keutuhan tubuh dari bahaya yang menyerang tubuh. Dengan menanam tanaman tersebut di pekarangan kantor yang kosong menjadi salah satu tujuan utama untuk pengobatan jika suatu saat nanti dibutuhkan masyarakat sekitar atau tamu yang datang ke kantor. 


Menurut Harman, S. Ag "pekarangan kosong ini akhirnya bermanfaat jika di tanami tanaman, sehingga tidak menjadi sia-sia dan tentunya sangat bermanfaat".


Berbagai jenis tanaman dapat dilihat disekitar pekarangan Kantor Urusan Agama Kec. Kandis seperti jahe, kunyit, temulawak, meniran dan sambiloto serta terdapat beberapa tanaman buah seperti jambu, markisa, matoa dan mangga. 


" Senang melihatnya, sesekali terkadang kita menikmati buah jambu dan mangga serta meracik minuman dari tanaman jahe", ucap Harman, S. Ag


Pekarangan kosong di sekitar kantor Urusan Agama tampak hijau dengan tanaman dan menarik. Secara tidak langsung Menjadi dorongan kepada masyarakat untuk ikut tertarik memanfaatkan lahan atau pekarangan rumahnya yang masih bisa ditanami.(Ad/Awl)