0 menit baca 0 %

KUA KEC LUBUK BATU JAYA GELAR SUSCATIN SEKALIGUS SOSIALISASI PENCATATAN AKAD NIKAD DI MASA PANDEMI COVID-19

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Senin 1 Maret 2021, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala, oleh Petugas Ketatausahaan dan Kerumahtanggaan Kantor Urusan Agama Kecamatan Lubuk Batu Jaya, atas nama Faisal gelar pelayanan Suscatin (Kursus Calon Pengantin) terhadap dua pasang calon pengantin setelah mend...

Indragiri Hulu, (Inmas). Senin 1 Maret 2021, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala, oleh Petugas Ketatausahaan dan Kerumahtanggaan Kantor Urusan Agama Kecamatan Lubuk Batu Jaya, atas nama Faisal gelar pelayanan Suscatin (Kursus Calon Pengantin) terhadap dua pasang calon pengantin setelah mendapat amanah dari Penghulu Muda/Kepala KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Syahril, S.Ag.,MH.
Kursus calon pengantin adalah pemberian bekal pengetahuan, pemahaman dan keterampilan, dalam waktu singkat kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga/ keluarga agar dalam praktek rumah tangganya nanti pasangan suami isteri memiliki dan mampu menerapkan bekal mental dan keterampilan dalam menghadapi setiap problematika keluarga. Dengan demikian, cita-cita terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah akan lebih mudah tercapai dan sekaligus terwujud pula masyarakat yang harmonis, serta terhindar dari konflik dan perceraian.
Selanjutnya terhadap Catin tersebut disampaikan ketentuan pelayanan akad nikah di masa pandemi Covid-19, yaitu Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia Nomor : P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Tatanan Normal Baru (New Normal) Pelayanan Nikah Pada Masa Pandemi Covid-19
Kantor Urusan Agama Kecamatan dapat menolak pelayanan pencatatan akad nikah dengan alasan di antaranya :
1.    Peserta prosesi akad nikah tidak menggunakan masker;
2.    Pihak Catin/Wali tidak menggunakan sarung tangan;
3.    Peserta prosesi akad nikah di rumah lebih dari 10 (sepuluh) orang;
4.    Peserta prosesi akad nikah di Masjid/ruang pertemuan lebih dari 20% kapasitas ruangan;
5.    Peserta prosesi akad nikah di Masjid/ruang pertemuan lebih dari 30 (tiga puluh) orang.
Selanjutnya, kepada para pihak tetap diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang pelaksanaan prosesi akad nikah dengan ketentuan menaati protokol kesehatan dan persyaratan jumlah peserta akad nikah, demikian disampaikan Syahril.(tulang)