0 menit baca 0 %

KUA Kecamatan Salo Gelar Penyuluhan Remaja Usia Sekolah di MTs Ganting Damai

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )----Dalam rangka melaksanakan program nasional Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo menggelar kegiatan penyuluhan bagi siswa-siswi MTs Ganting Damai, pada Jum at (17 Oktober 2025).Kegia...

Kampar ( Kemenag )----Dalam rangka melaksanakan program nasional Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo menggelar kegiatan penyuluhan bagi siswa-siswi MTs Ganting Damai, pada Jum’at (17 Oktober 2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembinaan kepada remaja agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tim penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Salo hadir sebagai pengisi acara. Indra Gamal, S.Ag dan Nurjamal, S.H.I bertindak sebagai pemateri utama, sementara Gusmawati, S.HI memandu kegiatan sebagai MC (pembawa acara). Turut mendampingi pula Adi Jondri, S.Ag dan Zam Hasri, S.H.I yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Acara diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan siswi MTs Ganting Damai, serta dihadiri oleh Kepala Madrasah, Khairul Zikri, S.E., beserta majelis guru.

Dalam sambutannya, Khairul Zikri, S.E. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak KUA Kecamatan Salo yang telah menyelenggarakan kegiatan positif ini di lingkungan madrasah.

 “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada KUA Kecamatan Salo yang telah hadir memberikan bimbingan dan ilmu yang sangat berharga bagi anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter remaja yang kuat, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ujar Kepala Madrasah.

Beliau juga berharap agar para siswa dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam menghadapi empat isu penting yang dibahas, yaitu: Pernikahan Dini, Stunting, Bullying, Bahaya Narkoba

Para penyuluh menekankan bahwa remaja perlu memahami risiko dari setiap tindakan dan keputusan yang diambil, serta pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas dan pengaruh buruk lingkungan.

“Remaja perlu dibekali dengan ilmu, iman, dan akhlak agar mampu menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak masa depan,” ungkap Indra Gamal, S.Ag dalam penyampaiannya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Siswa aktif bertanya dan berbagi pandangan, sementara para guru berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara madrasah dan KUA dalam membentuk generasi muda yang beriman, sehat, dan cerdas.

( Fatmi )