0 menit baca 0 %

KUA Kecamatan Sentajo Raya Dukung Penuh Tradisi Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Kuantan Singingi Mendunia

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menunjukkan dukungan penuhnya terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya tradisi Pacu Jalur, yang merupakan warisan budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Dukungan tersebut terlihat dari keikutsertaan langsung Kepala KUA Ke...


Kuansing (Kemenag)— Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menunjukkan dukungan penuhnya terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya tradisi Pacu Jalur, yang merupakan warisan budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Dukungan tersebut terlihat dari keikutsertaan langsung Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, dalam berbagai kegiatan tradisional masyarakat yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

Pacu Jalur tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga telah menjadi identitas budaya masyarakat Kuansing yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat juang. Kehadiran Kepala KUA dalam kegiatan tersebut mencerminkan bahwa lembaga keagamaan pun memiliki peran strategis dalam mendukung dan memelihara budaya lokal yang positif. Ini terbukti tahun 2025 menjadi tahun viral nya pacu jalur di dunia semua mata tertuju ke kabupaten kuantan Singingi yang viral pacu jalur nya , "aura farming" bahasa keren yang di gaungkan oleh masyarakat luas, ini patut kita syukuri "kata Rindra Febrian"dalam wawancara singkat dengan perlindungan yang juga pemerhati pacu jalur kabupaten kuantan Singingi.

“KUA bukan hanya tempat pencatatan nikah, konsultasi keluarga, atau layanan keagamaan lainnya, tetapi juga harus menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat. Dengan ikut serta dalam kegiatan budaya seperti Pacu Jalur, kita ikut menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat hubungan antara agama, adat, dan masyarakat,” ujar Rindra Febrian dalam salah satu kesempatan.

Lebih dari itu, Rindra juga menyampaikan bahwa budaya Pacu Jalur, jika terus dikemas dengan baik, memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pemasukan daerah (income) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tradisi ini mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara serta membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Keterlibatan KUA Sentajo Raya dalam kegiatan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemerintah, khususnya yang bergerak di bidang keagamaan, memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun solidaritas dan harmoni antara agama dan budaya.

Dengan sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan pelestarian budaya lokal, diharapkan tradisi Pacu Jalur tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai ikon budaya nasional yang membanggakan Kabupaten Kuantan Singingi dan Riau secara keseluruhan.

KUA Kecamatan Sentajo Raya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan masyarakat yang bersifat positif, edukatif, dan berbudaya, sebagai bagian dari peran aktif dalam membina umat dan membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.(RDW)