Kuansing (Kemenag)— Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan turut menyukseskan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, serta melibatkan Penghulu H. Yasri, staf, dan para penyuluh agama Islam.
Kegiatan penanaman pohon berlangsung di berbagai titik strategis, mulai dari lingkungan madrasah, halaman kantor KUA, hingga ruang-ruang publik lainnya di Kecamatan Sentajo Raya. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong kepedulian terhadap pelestarian alam, sekaligus sebagai wujud nyata kontribusi Kementerian Agama dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rindra Febrian menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga ciptaan Tuhan.
“Menanam pohon adalah bagian dari ibadah dan ikhtiar kita dalam mewariskan lingkungan yang sehat dan lestari kepada generasi mendatang,” ujar Rindra di sela-sela kegiatan.
Penghulu H. Yasri juga menambahkan bahwa penanaman pohon ini merupakan bentuk integrasi nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata di bidang lingkungan. “Sebagaimana ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk mencintai alam, kita ingin agar lingkungan sekitar KUA dan madrasah menjadi hijau, sejuk, dan nyaman,” jelasnya.
Partisipasi aktif penyuluh agama Islam dan para staf KUA turut menambah semangat kegiatan ini. Mereka tidak hanya ikut menanam pohon, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan beragama yang holistik.
Dengan adanya program ini, KUA Kecamatan Sentajo Raya berharap mampu menjadi contoh nyata bagi lembaga-lembaga keagamaan lainnya dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut dengan pelibatan lebih luas, termasuk kalangan pelajar, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan di tingkat kecamatan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat gotong royong. Gerakan penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup demi keberlanjutan masa depan.(RDW)