Kuok ( Kemenag )---Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuok terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan generasi muda. Kali ini, KUA Kuok berkolaborasi dengan Polsek Bangkinang Barat dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kampar., Rabu, 17/9/2025
Acara yang dihadiri jajaran pimpinan dari ketiga instansi tersebut menghadirkan materi utama mengenai pencegahan narkoba dan bullying, dua isu krusial yang tengah mengancam remaja.
Penyampaian materi disampaikan langsung oleh perwakilan kepolisian, Aiptu Khairunas dan Bripka Roni dari Polsek Bangkinang Barat. Dengan bahasa yang lugas, keduanya memaparkan dampak buruk penyalahgunaan narkoba, baik terhadap kesehatan fisik, mental, maupun masa depan remaja.
Selain itu, mereka menekankan bahwa perilaku bullying tidak boleh dianggap remeh karena mampu merusak mental korban dan menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Para siswa diajak berani menolak, melawan, dan melaporkan praktik bullying agar tercipta suasana sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan ini mendapat apresiasi besar dari jajaran MAN 1 Kampar. Hadir dalam kegiatan, Kepala MAN 1 Kampar, Bustanuddin, M.Ag, bersama wakil kepala bidang Kesiswaan, Kurikulum, dan Humas, yakni Manahan, MA, Robi Andrika, M.Pd, dan Juliarman, S.Pd.
Dari pihak KUA Kuok, hadir langsung Kepala KUA Muhammad Yasir, M.Sy, bersama Zamzir, S.HI, Muhammad Haris, S.HI, dan Ainul Jariyah, S.Ag.
Dalam sambutannya, Muhammad Yasir menekankan pentingnya pembinaan remaja usia sekolah sebagai upaya preventif.
“Remaja adalah generasi penerus yang harus kita jaga. Mereka perlu dibekali bukan hanya ilmu agama, tetapi juga kesadaran sosial dan moral untuk menjauhi narkoba, menghindari bullying, dan tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia. Sinergi seperti ini adalah langkah nyata membangun karakter bangsa,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala MAN 1 Kampar, Bustanuddin, M.Ag, menyampaikan apresiasinya atas kerjasama lintas sektor tersebut.
“Kami di MAN 1 Kampar merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini. Siswa-siswi kami adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibimbing. Dengan adanya dukungan dari KUA dan Polsek, kami semakin optimis bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan penuh nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kegiatan BRUS ini diharapkan menjadi program berkelanjutan yang mampu memperkuat benteng moral dan spiritual remaja. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa pencegahan perilaku menyimpang hanya bisa berhasil jika dilakukan bersama-sama.
Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen KUA dalam mendampingi para remaja tidak hanya dari aspek keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan sosial serta penguatan karakter.
Kegiatan BRUS ini diharapkan mampu menjadi benteng preventif bagi para siswa dari pengaruh negatif narkoba maupun praktik bullying. Kolaborasi antara pendidikan, lembaga agama, dan aparat keamanan ini menjadi contoh nyata sinergi positif dalam membangun generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kontributor ( Fatmi/Humas MAN 1 )