Pekanbaru (Kemenag). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lima Puluh menggelar rapat koordinasi penting bersama para Penyuluh Agama Islam (PAI) di wilayahnya. Bertempat di Kantor KUA, rapat yang berlangsung pada Rabu, 11/06/2025 pukul 14.00 Wib dipimpin langsung oleh Kepala KUA Warman.
Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan efektivitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Dalam arahannya, Kepala KUA Lima Puluh menekankan pentingnya peran PAI sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan agama yang berkualitas. Beliau juga memberikan pembinaan terkait teknis kepenyuluhan yang efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah Kelanjutan pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMA Witama Jl. Tanjung Datuk Kelurahan Tanjung Rhu pada hari Kamis 12 Juni 2025 besok. Kepala KUA berharap PAI dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai urgensi menghindari Pergaulan Bebas dan Pernikahan dini bagi pelajar demi mewujudkan cita-cita di masa depan.
Selain itu, rapat juga membahas mengenai pentingnya PAI membangun komunikasi dan hubungan emosional yang harmonis dengan pengurus masjid di wilayah kelurahan tugas masing-masing untuk membangun citra positif institusi di masyarakat dan memudahkan dalam mengumpulkan data-data keagamaan dan kelembagaan di lapangan, terutama data kemasjidan dan sosial keagamaan seperti majlis taklim,qurban dan lain-lain, apalagi pasca Hari Raya Idul Adha selalu diminta data qurban dan lainnya.
KUA Lima Puluh juga menyampaikan potret ideal Penyuluh di masa datang yang sangat diharapkan Kementerian Agama, yakni
Pertama Penyuluh harus memiliki Keilmuan yang memadai, Kedua Berakhlak Mulia, Ketiga Mampu Menyusun Rencana Kerja yang baik, Keempat Mampu Menguasai Peta Dakwah, Kelima Berperan sebagai Panutan dan penyambung Tugas Pemerintah dan Keenam melakukan fungsi Informatif, edukatif, Konsultatif dan advokatif.
Rapat ini berjalan berlancar dengan durasi 75 menit yang dihadiri oleh seluruh penyuluh PNS, PPPK sebanyak delapan orang.
Pada kesempatan itu, Aprianto, dan Nurheni Boru Ginting, dan Burlian, menjelaskan pengalaman - pengalaman nyatanya atau suka duka di lapangan dalam mencari data-data keagamaan dengan pengurus masjid yang penuh dengan dinamika dan kesulitan yang harus disabari dan disiasati oleh penyuluh agar tercapai target yang dimaksud.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para PAI menyampaikan berbagai masukan dan kendala di lapangan. Kepala KUA Lima Puluh menyambut baik setiap masukan dan berkomitmen untuk terus mendukung kinerja para PAI demi terwujudnya pelayanan keagamaan yang prima di Kementerian Agam Kota Pekanbaru.
Terakhir Warman berpesan Kepada penyuluh bekerjalah dengan ikhlas karena Allah bukan karena atasan dan pimpinan agar terasa nikmat dan berkat.