Kemenag (Kuansing) — Dalam rangka memberikan bekal menyeluruh kepada calon pengantin (catin), KUA Kecamatan Logas Tanah Darat kembali menggelar kegiatan bimbingan perkawinan pada Senin (05/08).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Puskesmas Perhentian Luas, yakni dr. Wulan dan bidan Ira Saswita, yang menyampaikan materi tentang pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.
Bimbingan ini merupakan wujud nyata dari kerja sama lintas sektoral antara KUA Logas Tanah Darat dan Puskesmas Perhentian Luas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan calon pengantin tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dari aspek kesehatan fisik dan mental.
Dalam penyampaian materinya, dr. Wulan menekankan pentingnya kesiapan reproduksi sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Ia menjelaskan berbagai hal mengenai kesehatan organ reproduksi, risiko penyakit menular seksual, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah.
Sementara itu, bidan Ira Saswita memberikan pemahaman tentang perencanaan kehamilan, pentingnya gizi sebelum dan sesudah menikah, serta cara menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara suami dan istri dalam mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi.
“Kesiapan fisik dan mental calon pengantin sangat penting agar pernikahan berjalan sehat dan berkualitas. Dengan edukasi ini, kami harap para catin bisa lebih sadar dan bijak dalam merencanakan keluarga,” ungkap bidan Ira.
Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta yang merasa terbantu dengan informasi yang diberikan. Kepala KUA Logas Tanah Darat, H. Yasri, menyampaikan bahwa sinergi seperti ini akan terus diperkuat demi menciptakan generasi keluarga sakinah yang sehat dan sejahtera.
“Bimbingan ini merupakan bentuk kolaborasi yang saling melengkapi antara pembinaan keagamaan dan pembinaan kesehatan. Ini langkah konkret dalam mewujudkan keluarga yang kuat secara spiritual dan fisik,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, KUA Logas Tanah Darat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan perkawinan yang berkualitas melalui kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.(As)