0 menit baca 0 %

KUA Rakit Kulim Bekali Remaja untuk Cegah Pernikahan Dini dan Pergaulan Bebas

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit Kulim menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Miftahurrohman, Desa Pring Jaya, pada Selasa (14/10/2025). Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diinisiasi sebagai langkah konkret untuk mem...

Indragiri Hulu (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit Kulim menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Miftahurrohman, Desa Pring Jaya, pada Selasa (14/10/2025). Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diinisiasi sebagai langkah konkret untuk membentengi generasi muda dari risiko pernikahan dini serta dampak buruk pergaulan bebas, dengan cara memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga diri dan merencanakan masa depan kepada para remaja.

Kegiatan ini berfokus pada dampak nyata yang dihadapi masyarakat akibat pernikahan di bawah umur, seperti meningkatnya risiko stunting pada anak, tingginya angka perceraian, serta potensi terputusnya pendidikan yang dapat melanggengkan siklus kemiskinan. Melalui bimbingan ini, KUA Rakit Kulim berupaya mengubah pola pikir dan memberikan alternatif positif bagi remaja untuk mengisi masa mudanya dengan kegiatan produktif.

Kepala KUA Rakit Kulim, Muhammad Rasidin, dalam kesempatannya menekankan bahwa investasi terbaik bagi suatu daerah adalah pada generasi mudanya.

"Pernikahan dini bukan sekadar masalah kesiapan mental, tetapi juga menyangkut kesehatan reproduksi yang belum matang dan berisiko menciptakan lingkaran kemiskinan baru. Melalui bimbingan ini, kami berupaya membentengi aset masa depan kita, yaitu para remaja, agar tidak kehilangan potensi mereka karena keputusan yang tergesa-gesa," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Fitri Nurmawati, selaku Penyuluh Agama Islam, menambahkan bahwa pendekatan spiritual dan moral sangat krusial. "Fokus kami adalah menanamkan kesadaran pada remaja untuk menjaga kehormatan diri sebagai fondasi utama. Kami ingin mereka paham bahwa menunda pernikahan hingga usia matang dan menghindari pergaulan bebas adalah bentuk tanggung jawab untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi yang berakhlak mulia serta berdaya guna bagi masyarakat," tutur Fitri.

Dengan adanya kegiatan BRUS yang juga menghadirkan Muhammad Rafiq sebagai pemateri, diharapkan para remaja di Kecamatan Rakit Kulim memiliki bekal yang cukup untuk membuat keputusan bijak bagi masa depan mereka. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk secara tidak langsung meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka permasalahan sosial di Kabupaten Indragiri Hulu.

(Rafiq)