0 menit baca 0 %

KUA Rengat Barat Gelar Bimbingan Pra Nikah untuk Calon Pengantin: Siapkan Fondasi Keluarga Harmonis

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) --- Penghulu sekaligus Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat Barat, Yusrianto, memimpin kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Rengat Barat pada Selasa, 11 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dua pasang calon penganti...

Indragiri Hulu (Kemenag) --- Penghulu sekaligus Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat Barat, Yusrianto, memimpin kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Rengat Barat pada Selasa, 11 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dua pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Bimbingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang makna pernikahan, membekali calon pengantin dengan pengetahuan seputar kehidupan berumah tangga, serta membangun kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi dinamika kehidupan pernikahan.

Dalam arahannya, Yusrianto menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal antara dua individu, melainkan sebuah ibadah terpanjang dalam kehidupan.

“Pernikahan adalah perjalanan panjang yang penuh ujian, sehingga dibutuhkan komitmen, kesabaran, dan kerja sama antara suami dan istri. Dengan niat yang tulus dan pemahaman yang baik, pernikahan akan menjadi ladang pahala yang terus mengalir sepanjang hayat,” ujar Yusrianto. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan saling pengertian sebagai kunci keharmonisan rumah tangga.

Yusrianto menegaskan bahwa bimbingan perkawinan adalah kewajiban bagi setiap calon pengantin (catin) sebelum melangsungkan pernikahan. Program ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan tentang hak dan kewajiban dalam rumah tangga, manajemen konflik, serta pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Bimbingan ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah penting untuk memastikan calon pengantin siap secara mental dan spiritual. Dengan bimbingan yang tepat, diharapkan keluarga yang dibangun dapat menjadi pondasi kuat bagi masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.

(Reski)