0 menit baca 0 %

KUA Sentajo Raya dan MTsN 2 Kuansing Bersinergi Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus menunjukkan komitmennya. Kali ini, kolaborasi strategis dilakukan bersama MTs Negeri 2 Kuantan Singingi melalui program penyuluhan k...

Kuansing (Kemenag)— Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus menunjukkan komitmennya. Kali ini, kolaborasi strategis dilakukan bersama MTs Negeri 2 Kuantan Singingi melalui program penyuluhan keagamaan yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sentajo Raya yang terdiri dari Muhammad Ridwan, Jusniwati, dan Sapri Marlian, Perlindungan dan Muhammad Isam. Mereka secara aktif memberikan bimbingan dan motivasi kepada para siswa-siswi dalam memahami dan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Dalam sambutannya, Jusniwati, selaku Koordinator Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

 "Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam. Mampu membaca dan memahami isi kandungannya merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan moral generasi muda kita. Oleh karena itu, kerja sama antara KUA dengan lembaga pendidikan seperti MTs Negeri 2 Kuantan Singingi sangatlah penting," ungkap Jusniwati.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 2 Kuantan Singingi, Ibu Nurhayati, M.Pd., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian KUA Sentajo Raya terhadap pendidikan keagamaan di satuan pendidikan yang ia pimpin.

 "Kami berharap sinergi ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga para siswa tidak hanya cakap dalam pengetahuan umum, tetapi juga kuat dalam pondasi agama, khususnya dalam membaca dan memahami Al-Qur’an," ujar Nurhayati.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyuluhan, namun juga diisi dengan praktik baca Al-Qur’an, pengenalan hukum tajwid dasar, serta motivasi spiritual agar siswa menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Antusiasme para siswa terlihat sangat tinggi, terbukti dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi yang berlangsung. Para penyuluh juga memberikan penilaian awal guna memetakan kemampuan baca Al-Qur’an para siswa, yang nantinya akan dijadikan dasar untuk pembinaan lanjutan.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan jumlah generasi muda yang mampu membaca Al-Qur’an secara fasih dan benar di Kecamatan Sentajo Raya, khususnya di MTs Negeri 2 Kuantan Singingi, akan terus meningkat.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Penyuluh Agama Islam bukan hanya sebagai pendamping masyarakat dalam urusan keagamaan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membentuk karakter dan akhlak mulia generasi penerus bangsa.(RDW)