0 menit baca 0 %

KUA Sentajo Raya Gelar Dialog Isu Aktual Moderasi Beragama di Desa Geringging Baru

Ringkasan: Kemenag (Kuansing), Geringging Baru, Sentajo Raya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan dialog isu aktual bertajuk Mengatasi Disharmonisasi, Menguatkan Moderasi Beragama di Lingkungan Kampung Moderasi pada Rabu (17/09/2025) bertempat di Desa Geringging Baru.Acara ini menghadirk...

Kemenag (Kuansing), Geringging Baru, Sentajo Raya – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan dialog isu aktual bertajuk “Mengatasi Disharmonisasi, Menguatkan Moderasi Beragama di Lingkungan Kampung Moderasi” pada Rabu (17/09/2025) bertempat di Desa Geringging Baru.

Acara ini menghadirkan narasumber utama Dr. H. Muhamad Fahri, M.Ag selaku Kepala Bidang Urais Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau. Turut hadir pula Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Bahrul Aswandi, yang sekaligus mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kuansing untuk membuka acara tersebut.

Kegiatan yang diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan pemuda ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Geringging Baru, Nang Didi, bersama Ketua BPD. Keduanya menyampaikan apresiasi dan harapan agar dialog semacam ini dapat memperkuat kerukunan serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Muhamad Fahri, M.Ag menekankan pentingnya sikap moderasi dalam kehidupan beragama. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan menjaga keseimbangan dalam berinteraksi dengan sesama.

 “Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan kedamaian. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi jangan sampai perbedaan itu menimbulkan perpecahan. Justru dengan perbedaan kita belajar menghargai, saling menguatkan, dan membangun harmoni di tengah masyarakat,” ungkapnya

Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar masyarakat saat ini adalah adanya potensi disharmonisasi akibat informasi yang menyesatkan, sikap intoleran, dan kurangnya komunikasi antarwarga.

 “Kampung moderasi hadir sebagai role model. Dari desa inilah kita bisa menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya slogan, tetapi bisa diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Dr. Fahri.

Sementara itu, H. Bahrul Aswandi selaku Kasi Bimas Islam Kemenag Kuansing menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus mendorong program kampung moderasi di berbagai kecamatan. Menurutnya, kegiatan dialog ini menjadi wadah untuk menyatukan visi bersama dalam menjaga persatuan umat beragama di Kuantan Singingi.

Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat Desa Geringging Baru antusias menyampaikan pandangan dan harapan terkait penguatan kerukunan. Dialog tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi desa dalam mengembangkan budaya saling menghormati, gotong royong, serta meneguhkan komitmen moderasi beragama di tengah kehidupan sehari-hari.(pr)