Rokan Hulu (Kemenag) – KUA Tambusai
Utara kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi
para calon pengantin, Rabu dan Kamis 3
dan 4 September 2025. Kali berbeda daripada Bimwin yang biasanya. Kegiatan ini
menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag
Rokan Hulu, pihak Puskesmas Tambusai Utara 1, perwakilan BKKBN Kabupaten Rokan
Hulu, Kepala KUA Rambah Hilir dan Kepala KUA Rambah.
Dalam sambutannya, Kepala KUA
Tambusai Utara Tamrin, S.Ag., M.Sy., menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan
bertujuan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman kepada
calon pengantin agar mampu membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan
rahmah.
Dalam pemaparannya, perwakilan
Puskesmas Tambusai Utara 1, Indah Julia, SKM. menekankan “Pentingnya menjaga kesehatan
reproduksi sejak dini. Calon pengantin diingatkan agar memperhatikan pola hidup
sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, serta memahami risiko
penyakit menular yang dapat berdampak pada keharmonisan rumah tangga”.
Narasumber lain, juga menekankan
bahwa kemampuan mengatur keuangan menjadi kunci penting dalam menjaga
keharmonisan rumah tangga. Pasangan suami istri diajak untuk membuat
perencanaan keuangan, memisahkan antara kebutuhan pokok dan keinginan, serta
membiasakan diri menabung untuk masa depan.
“Seringkali permasalahan rumah
tangga muncul bukan karena kurangnya rezeki, tetapi karena tidak pandai
mengelolanya. Dengan manajemen keuangan yang baik, insyaAllah keluarga akan
lebih tenang dan terhindar dari konflik,” ujar H. Jalli Sitakar, S.Ag., M.Sy
yang merupakan Kepala KUA Rambah Hilir
Kasi Bimas Islam Kemenag Rokan
Hulu, H. Mulyadi, S.Ag., M.Sy., menyampaikan “Keluarga sakinah tidak tercipta
begitu saja, tetapi harus dipersiapkan dengan ilmu, kesabaran, dan saling
memahami peran masing-masing,” ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi
pemahaman tentang rukun dan syarat nikah, hak dan kewajiban suami istri,
pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta pengelolaan keuangan
rumah tangga. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang
menjaga kesehatan reproduksi serta perencanaan keluarga untuk mewujudkan
generasi yang berkualitas.
Narasumber lain H. Bustaman
S.Ag., M.Sy., sebagai Kepala KUA Rambah, menjelaskan bahwa membina rumah tangga
tidak hanya membutuhkan kesiapan materi, tetapi juga kesiapan mental. “Setiap
pasangan perlu memahami perbedaan karakter, pola pikir, dan kebiasaan
masing-masing agar mampu menciptakan komunikasi yang sehat dan menghindari
konflik yang berkepanjangan. Dalam pernikahan pasti ada perbedaan dan
tantangan. Kunci mengelola psikologi keluarga adalah saling menghargai,
memahami kondisi pasangan, serta mencari solusi bersama, bukan menyalahkan,”
ujar pemateri dalam sesi bimbingan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat. Para calon pengantin aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar kesiapan mental menjelang pernikahan. Dengan adanya materi ini, diharapkan mereka lebih siap secara psikologis untuk menghadapi dinamika rumah tangga. (Humas)