Rokan Hilir (Kemenag) - Di era digital yang serba canggih, kemudahan akses judi online dan janji keuntungan instan menjadi fokus pelakunya. Dibalik itu semua, judi online menjadi ancaman besar bagi kehidupan yang membahayakan disegala bidang. Oleh karena itu untuk memeranginya diperlukan berbagai aksi agar judi online lenyap ditengah masyarakat.
Salah satu aksi yang saat ini gencar dilakukan KUA di seluruh Indonesia adalah memasang baliho himbauan stop judi online, KUA Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir tak luput dalam aksi ini. KUA Tanah Putih Tanjung melawan memasang Baliho di tempat-tempat startegis seperti didepan KUA, pasar, persimpangan jalan dan ditempat keramaian lainnya (3/7/24).
Baliho yang dipasang berisi himbauan untuk menjauhi dan tidak melakukan judi online, disertakan beberapa dampak negatif yang disebabkan praktek judi tersebut, juga ajakan kepada masyarakat untuk melawan judi online ini. Penyuluh Agama Islam dan staf KUA terlibat dalam pemasangan baliho disejumlah titik yang sudah ditentukan.
Ka. KUA Tanah Putih Tanjung Melawan Zakifri mengatakan pemasangan baliho ini merupakan upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menjauhi praktek judi. judi adalah perbuatan negatif yang merugikan pelakunnya dan orang lain, bertentangan dengan ajaran agama islam dan merupakan musuh bersama yang harus dilawan.
"Judi itu adalah perbuatan yang diharamkan oleh ajaran agama Islam, memberikan banyak dampak negatif bagi pelaku keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama memerangi perbuatan negatif ini, melalui pemasangan baliho ini kita berharap memberikan kesadaran kepada pelakunya dan hasil yang signifikan dalam mengurangi bahkan menghilangkan judi di masyarakat kita", Ucapnya.
Zakifri menambahkan bahwa KUA melalui Penyuluh Agama Islam terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya judi melalui berbagai kegiatan. "Selain pemasangan baliho ini KUA terus melakukan sosialisasi bahaya judi online kepada masyarakat melalui Penyuluh Agama Islam dengan cara ceramah, dan diskusi", Tutupnya. (Humas).