Tembilahan (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti oleh 12 pasang calon pengantin. Uniknya, salah satu pasangan yang mengikuti bimbingan ini berasal dari luar negeri, yaitu Rifat Turkoglu dari Turki yang berpasangan dengan Khairunnisa, pada Selasa (1/7/2025).
Bimwin ini bertujuan membekali para calon pengantin dengan
pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif mengenai kehidupan berumah tangga
dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, serta strategi membangun keluarga
sakinah mawaddah wa rahmah.
Kepala KUA Kecamatan Tembilahan, H. Rasyidi, bertindak
sebagai salah satu pemateri utama dalam kegiatan ini. Dalam penyampaian
materinya, H. Rasyidi menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan saling
pengertian dalam membina rumah tangga. "Pernikahan adalah ibadah
terpanjang. Oleh karena itu, persiapan mental, spiritual, dan pengetahuan
adalah kunci utama untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan langgeng,"
ujar H. Rasyidi.
Selain H. Rasyidi, Penyuluh Agama Islam Hapidah dan penyuluh
agama lainnya juga turut memberikan materi bimbingan. Para peserta terlihat
antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika topik-topik praktis mengenai
manajemen konflik dan keuangan keluarga dibahas.
Kehadiran pasangan beda negara, Rifat Turkoglu dan
Khairunnisa, menjadi perhatian khusus dalam Bimwin kali ini. Rifat Turkoglu
mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti bimbingan ini. "Saya sangat
senang bisa belajar banyak tentang pernikahan dalam konteks Islam di Indonesia.
Ini sangat bermanfaat bagi kami berdua untuk mempersiapkan masa depan,"
kata Rifat.
Sementara itu, Khairunnisa, pasangannya, berharap bimbingan
ini dapat menjadi bekal yang kuat bagi perjalanan pernikahan mereka.
"Dengan bimbingan ini, kami merasa lebih siap menghadapi tantangan dalam
berumah tangga. Semoga kami bisa membangun keluarga yang diberkahi Allah
SWT," harap Khairunnisa.
Para calon pengantin yang turut hadir dalam bimbinan ini
antara lain: Narullah dan Eliza Yunda, Hardi Yuda dan Siti Rabiahtul, Sudawrat
dan Citra Yani, M. Harus dan Erlizaturahmi, Antoni dan Yuni Astuti, Khairul
Hasbi dan Mellynia Sella, Zulfan Efendi dan Mardiana, Guntur Saputra dan Suci
Prami Asti, Meswadi dan Tika Tia Santika, Habiburrahman dan Winda Lestari,
serta Budimaa dan Helda Janatu Niqmah.Â
(Ria)