Tembilahan (Kemenag) - Haul Al Qutburrabbani Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al Jailani serta Haul Masyayikh Mursyid Thariqoh Al Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang digelar di Masjid Al Jama'ah Sungai Nibung 16, Desa Sungai Intan, pada Sabtu (18/10/2025), menjadi sorotan bagi Kantor Urusan Agama (KUA) Tembilahan Hulu.
Penyuluh Agama Islam KUA Tembilahan Hulu, Abd Halim, tidak
hanya hadir, tetapi juga diberi amanah mulia untuk membuka acara dengan
pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Kehadiran Forkopincam, tokoh agama, dan tokoh
masyarakat turut menyemarakkan acara yang mendatangkan penceramah, Ustadz
Nasrul Anam dari Kuala Tungkal.
Dalam pandangannya, Abd Halim melihat peringatan haul ini
sebagai wadah strategis bagi para penyuluh agama untuk memperkuat simpul
keagamaan di masyarakat.
"Tugas kami sebagai Penyuluh Agama adalah mendekatkan
masyarakat pada nilai-nilai luhur keislaman. Haul ini adalah pintu masuk yang
sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual," ujar
Abd Halim usai acara.
Ia merasa terhormat menjadi bagian dari acara yang dihadiri
ribuan jamaah ini. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami dari KUA
Tembilahan Hulu dapat menjadi bagian dari acara sebesar ini dengan mengawali
melalui pembacaan Al-Qur'an. Ini menunjukkan sinergi antara lembaga resmi agama
dan tradisi keagamaan masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Abd Halim menekankan inti dari peringatan
haul. "Kami berharap jamaah tidak hanya larut dalam antusias mendengarkan
ceramah Ustadz Nasrul Anam. Haul ini harus dimaknai sebagai momentum untuk
meneladani akhlak mulia dan keilmuan para masyayikh (guru spiritual).
Ini adalah cara kita memperkuat ukhuwah islamiyah dan mencari keberkahan ilmu
untuk membimbing keluarga dan masyarakat di kehidupan sehari-hari,"
pungkasnya.
Peringatan haul ini menjadi bukti nyata bahwa peran Penyuluh
Agama Islam sangat penting dalam memfasilitasi dan menyukseskan kegiatan
keagamaan masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya teladan para ulama dalam
pembinaan umat. (Ria)