Pelalawan (1/9/2025)
— Dalam rangka menyikapi kondisi bangsa Indonesia yang tengah menghadapi
berbagai tantangan, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pelalawan melaksanakan
kegiatan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Kegiatan ini digelar
serentak pada Senin pagi pukul 08.00 WIB, berlangsung dengan penuh kekhusyukan
di dua lokasi, yakni Mushola MTsN 2 Pelalawan,
Suasana religius
sangat terasa sejak kegiatan dimulai. Para pendidik, tenaga kependidikan,
hingga seluruh siswa dan siswi madrasah tampak memenuhi mushola dengan penuh
semangat kebersamaan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahtim oleh
Ustadz Muhammad Al Almin, kemudian dilanjutkan dengan lantunan istighfar,
tahlil, serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Wahyu Ade Saputra. Lantunan
doa dan zikir yang mengalun menciptakan suasana tenang dan menggetarkan hati,
seolah memperkuat harapan agar Indonesia selalu dilindungi Allah SWT dari
segala bentuk bencana, perpecahan, dan masalah kebangsaan.
Kegiatan doa bersama yang bertajuk “Doa untuk Indonesiaku” mendapatkan dukungan penuh dari
berbagai pihak. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala KUA Bandar
Petalangan, Azwar Zainal, Sekretaris Camat, Korwil Pendidikan, Kepala
Puskesmas, Bhabinkamtibnas Asraf, serta Ketua MUI Bandar Petalangan. Kehadiran
tokoh agama, aparat pemerintah, dan unsur masyarakat menjadi bukti nyata
sinergi lintas sektor dalam menjaga keutuhan bangsa. Dalam sambutannya, Kepala
KUA Azwar Zainal mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu yang
tidak jelas kebenarannya. “Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, jangan
mudah terprovokasi, dan tetap menjaga ketertiban. Semoga negeri kita ini selalu
aman, tenteram, dan diridai Allah SWT,” pesannya.
Wakil Kepala MTsN 2 Pelalawan bidang Kesiswaan, Ustadzah
Nurhasmi, juga memberikan arahan kepada para siswa untuk mengikuti kegiatan ini
dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, doa bersama bukan hanya sekadar ritual,
tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting bagi generasi muda. “Kita
berdoa bersama agar bangsa ini selalu berada dalam lindungan Allah SWT, serta
segala permasalahan yang kita hadapi segera mendapat solusi terbaik. Melalui
doa, kita belajar menguatkan iman sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air,”
ungkapnya.
Melalui kegiatan istighotsah dan doa bersama ini, diharapkan para siswa dan peserta lainnya tidak hanya semakin memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga tumbuh rasa kepedulian terhadap kondisi bangsa. Kolaborasi antara pendidik, siswa, tokoh agama, dan aparatur pemerintahan juga menunjukkan bahwa menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Dengan doa dan ikhtiar, seluruh pihak berharap Indonesia terus berada dalam suasana damai, rukun, dan penuh persaudaraan.(dbs)