Pelalawan (Kemenag) — Dalam rangka membentuk karakter Islami pada anak sejak dini, Festival Anak Saleh Tahun 2025 resmi digelar di halaman Kantor Desa Air Emas, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada Minggu pagi (28/9/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ukui Suranto dan diikuti oleh puluhan santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) di wilayah Ukui.
Festival ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya menumbuhkan semangat religius dan kepercayaan diri anak-anak dalam menampilkan bakat serta kemampuan mereka di bidang keagamaan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar sesama santri, guru, serta pengurus TPA/TPQ, sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda Islam yang cerdas dan berakhlak mulia.
Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Ukui, Sukamat Alkhasan, Camat Ukui Joko Hadi Syaifudin Zuhri, SKM, Kepala Desa Air Emas, Agus Pamuji serta beberapa pegawai dari KUA Kecamatan Ukui. Kehadiran para tokoh pemerintahan dan tokoh agama tersebut menandai dukungan penuh terhadap program pembinaan keagamaan anak-anak di wilayah Kecamatan Ukui.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an setelah itu sambutan dari para pejabat yang hadir. Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Ukui Suranto menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa membina anak-anak dalam bidang keagamaan adalah tugas bersama yang harus dimulai sejak usia dini.
"Festival Anak Saleh ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana pembentukan karakter Islami. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berani tampil, serta memiliki akhlak mulia. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya," ujar Suranto. Setelah memberikan sambutan Suranto juga memimpin doa pembuka kegiatan hari itu.
Setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai lomba yang mencerminkan aspek pembinaan keagamaan. Lomba yang digelar antara lain hafalan surat pendek, adzan, tahfiz Al-Qur’an, cerdas cermat agama, serta mewarnai kaligrafi Islami. Anak-anak tampak antusias dan percaya diri dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman para pemenang dan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan usaha yang telah ditunjukkan oleh para peserta. Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat dan para pendamping peserta. Festival Anak Saleh dinilai menjadi media edukatif dan rekreatif yang mampu membentuk karakter anak secara utuh—tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter anak berbasis nilai-nilai keislaman dapat dilakukan secara menyenangkan dan kompetitif. KUA Kecamatan Ukui berharap Festival Anak Saleh dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin berkualitas dan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai desa, guna memperkuat generasi Qur’ani di masa depan.(dbs)