Kualitas Umat Islam Berkurang
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Terjadi konvigurasi perkembangan agama di Provinsi Riau, yang berujung pada menurunnya kualitas umat Islam. Untuk meningkatkan kembali kualitas tersebut, secara umum ada dua tantangan dakwah Islam di Provinsi Riau, yaitu internal dan eksternal yang perlu disikapi dengan aksi nyata...
Pekanbaru (Humas)- Terjadi konvigurasi perkembangan agama di Provinsi Riau, yang berujung pada menurunnya kualitas umat Islam. Untuk meningkatkan kembali kualitas tersebut, secara umum ada dua tantangan dakwah Islam di Provinsi Riau, yaitu internal dan eksternal yang perlu disikapi dengan aksi nyata dalam bentuk penyiapan maping dakwah, motode yang komprehensif, perumusan kerjasama, dan penyediaan dana dakwah.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penamas Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos M Si, Rabu (23/3) pada acara Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) PNS Kanwil Kemenag Riau yang berlangsung di Aula Kanwil Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.
Menurutnya, aktifitas dakwah merupakan kewajiban individual dan komunal seiring dengan kondisi sosio histeoris yang mengitarinya, sesuai dengan maksud Q.S. An-Nahl: 125 yang artinya "Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik, Sesungguhnya Tuhanmu,Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk".
"Walaupun Al-Quran mengisyaratkan dakwah seolah sebagai kewajiban komunal sesuai dengan kata, minkum, dakwah bisa beralih menjadi kewajiban individual ketika tidak ada lagi umat yang melakukannya. Namun, terlepas dari kewajiban indidvual atau komunal, aktifitas ini menjadi keseharian umat Islam, baik dilaksanakan secara tradisional, maupun lebih modern," jelasnya.
Terkait dengan tantangan internal dan eksternal, Saman menjelaskan, untuk menghadapinya seorang penyuluh harus membuat planing (perencanaan), belum terumusnya perencanaan dakwah, seperti darimana dimulai dan target yang akan dicapai. Metode dakwah yang cenderung konvensional, yaitu billisan, sehingga kurang menyentuh permasalahan masyarakat. Dana, tidak tersedianya dana khusus bagi kegiatan dakwah, sehingga dakwah dilakukan secara sambilan. Pelaku, tidak adanya pelaku dakwah yang profesional, sehingga dakwah hanya sebagai kegiatan sampingan. Jaringan, tidak adanya jaringan antar pelaku/organisasi dakwah di lapangan. Bahkan cenderung saling bertentangan. Hal ini diperparah lagi dengan perbedaan faham keagamaan di kalangan pelaku dakwah.
Sementera untuk tantangan ekternal timbul karena maraknya liberalisme dalam semua aspek kehidupan, terutama dalam bidang agama, sehingga melahirkan sikap yang acuh (agnotisis) bahkan tahkut (phobia) terhadap agama, yang berujung pada semakin jauhnya umat Islam dari ajaran agamanya. Kuatnya semangat dan aktifitas missi dari kalangan bukan Islam, yang ditopang oleh dana, metode dan managemen yang kuat. Akibatnya, tidak terelakkan terjadi proselit di kalangan umat Islam.
"Untuk menghadapi tantangan eksternal tidak ada pilihan lain kecuali berbuat untuk mengembangan dakwah sebagai penyeimbang aktifitas yang sama oleh umat lain. Harus dilakukan "gerakan bersama" dakwah dengan mengerahkan semua potensi yang dimiliki umat Islam," ungkap Saman.
Langkah- langkah yang perlu dilakukan penyluh adalah melakukan maving, pemetaan permasalahan umat Islam, untuk itu sesegera mungkin perlu menyiapkan peta dakwah, sehingga dapat dirumuskan perencanaan dakwah, Elaborasi metode dakwah; konvensional-modern, billisan-bilkitabah-bilhal dan lain- lain. Elaborasi sarana/media dakwah; manual-electronik, dll, sehingga mampu menyahuti permasalahan umat.
Membangun jejaring dakwah, sehingga dapat dilaksanakan kerjasama pelaksanaan dakwah. Hal ini penting untuk menghindari adanya timpang tindih kegiatan/pelaku dakwah. Menyediakan dana dakwah sehingga operasional dakwah lebih lancar, dan pelaku dakwah lebih tekun dan profesional karena telah memiliki jaminan hidup dalam berdakwah tanpa mengurangi keikhlasan dalam berdakwah.
"Dengan demikian selain menghadapi tantangan diatas, kualitas umat Islam bisa semakin ditingkatkan," pungkasnya. (msd)