Bantan (Kemenag) โ Di tengah derasnya arus teknologi yang tak terbendung, Masjid Nurul Huda Mentayan menjadi saksi kekhidmatan majlis taklim pada Jumat (15/8/2025) pukul 14.00 WIB. Jamaah majlis taklim, yang dipimpin langsung oleh Ketua Majlis Taklim, bersama Ibu Kades Mentayan, larut dalam suasana penuh keteduhan saat mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Siti Hidayah.
Dengan bahasa sederhana namun sarat makna, beliau mengingatkan bahwa iman dan takwa adalah pelita yang tidak boleh padam, sekalipun dunia terus bergeser ke arah digital.
โIbarat
kapal yang berlayar di lautan luas, teknologi itu seperti ombak dan arus yang
bisa membawa kita ke arah manapun. Jika kapal itu tidak punya kompas, ia akan
terombang-ambing. Kompas itulah iman dan takwa. Tanpanya, kita bisa terseret ke
dalam gelombang yang menyesatkan,โ ujar Siti Hidayah.
Beliau kemudian menuturkan kisah seorang pemuda di masa Rasulullah SAW yang begitu kokoh imannya meskipun hidup di tengah lingkungan yang penuh godaan. Kisah ini menjadi cerminan bahwa di era manapun, benteng sejati seorang muslim adalah ketaatan kepada Allah SWT.
Siti Hidayah juga menekankan agar jamaah bijak dalam menggunakan teknologi. Media sosial hendaknya dijadikan sarana silaturahmi, menebar ilmu, dan dakwah kebaikan, bukan tempat untuk menyebarkan hal sia-sia apalagi dosa.
โJangan sampai jari-jemari kita lebih cepat menulis keburukan daripada melantunkan dzikir. Jadikan dunia maya sebagai ladang amal, insyaAllah setiap klik bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah,โ tuturnya dengan penuh penekanan.
Acara ditutup dengan doa penuh harap agar jamaah diberi kekuatan untuk tetap istiqamah dalam menjaga iman dan takwa. Suasana masjid Nurul Huda sore itu terasa sejuk, bukan hanya karena angin yang berhembus, melainkan juga karena cahaya iman yang mengalir dari setiap hati jamaah.